Wapres Ma'ruf Mau Potensi Zakat Rp 230 T Dioptimalkan

Ma'ruf Amin buka World Zakat Forum International Conference 2019 di Bandung
Wapres Ma'ruf Mau Potensi Zakat Rp 230 T Dioptimalkan
Wapres Ma'ruf Amin dalam Simposium Internasional Mahkamah Konstitusi ke-3 di Bali

Jakarta, Nusantaratv.com - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin membuka Konferensi Internasional Forum Zakat Dunia atau World Zakat Forum International Conference 2019 di Crown Hotel, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/11/2019). Konferensi ini dihadiri perwakilan 33 negara dunia. 

Baca juga: Wapres Ma'ruf Buka Acara Pertemuan Hakim Konstitusi Internasional

Mereka antara lain Bangladesh, Bahrain, Bosnia-Herzegovina, Brunei Darussalam, Mesir, India, Indonesia, Yordania, Kuwait, Malaysia, Maroko, Nigeria, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Afrika Selatan, Sudan, Uganda, Amerika, Inggris, Turki, Vietnam, Australia, Srilanka, Kazakhstan, Ghana, Maladewa, Senegal, Liberia, Togo, Benin, Sierra Leon, hingga Maladewa.

Turut hadir di WZF 2019 beberapa organisasi yang menjadi associate member WZF yakni IDB, UNICEF, Developing-8, UNDP, dan Bank Indonesia.

Menurut Ma'ruf, pertemuan tahunan dan konferensi yang diadakan oleh Forum Zakat Dunia (World Zakat Forum) ini dapat dijadikan forum untuk saling tukar pengalaman serta mencari solusi dari hambatan dan tantangan terkait belum optimalnya pengelolaan zakat.

"Saya meyakini, apabila dikelola dengan baik, zakat dapat menjadi variabel penutup terjadinya ketimpangan ekonomi di masyarakat. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang berdampak langsung pada kondisi sosial dan ekonomi umat Islam. Dipungut dari orang yang mampu (muzaki), dan dialokasikan untuk menutup kebutuhan kelompok tertentu (mustahik)," ujar Ma'ruf. 

Dalam ajaran Islam, kata Ma'ruf, membolehkan setiap orang untuk mengumpulkan harta yang halal sebanyak-banyaknya. Tapi, ada kewajiban untuk mengeluarkan sebagian harta bagi masyarakat yang kurang mampu. 

Indonesia diperkirakan memiliki potensi zakat yang bisa dikelola sebesar Rp 230 triliun. Dari potensi tersebut, baru 3,5 persen atau sekitar Rp 8 triliun yang bisa dikelola.

"Saya mendapat laporan bahwa dalam lima tahun terakhir pengumpulan zakat nasional kita tumbuh sekitar 24 persen. Meskipun telah bertumbuh cukup baik, tapi perlu untuk dilakukan terobosan agar lebih baik lagi, karena masih sangat jauh dari potensi zakat yang ada," tandasnya. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0