Tenggelamkan Kapal, Menteri Susi: Untuk Mengamankan Visi-Misi Jokowi :: Nusantaratv.com

Tenggelamkan Kapal, Menteri Susi: Untuk Mengamankan Visi-Misi Jokowi

Total 556 kapal ditenggelamkan Susi
Tenggelamkan Kapal, Menteri Susi: Untuk Mengamankan Visi-Misi Jokowi
Penenggelaman kapal. (Antara)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melalui Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115), memusnahkan 18 kapal ikan ilegal di Pontianak, Kalimantan Barat. Penindakan ini mengacu pada Pasal 76A UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Menurut Susi, kebijakan tersebut sejalan dengan visi-misi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Menteri Susi Pernah Diberi Oleh-oleh dan Wejangan oleh Mbah Moen

"Pemusnahan barang bukti kapal pelaku illegal fishing dilakukan untuk mengamankan visi-misi Presiden Jokowi untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa, serta memastikan kesejahteraan masyarakat, agar dapat mencukupi kebutuhan ekonominya dari hasil laut," ujar Susi, Selasa (8/10/2019).

Adapun 18 kapal yang dimusnahkan terdiri dari 16 kapal berbendera Vietnam dan 2 kapal berbendera Malaysia.

Sebelumnya pada 4 Oktober 2019, 2 kapal asal Vietnam juga dimusnahkan di Sambas dengan cara dihancurkan dan mesinnya ditenggelamkan. Hal ini lantaran ketiga kapal asing sudah rusak, sehingga penenggelaman kapal tak lagi memungkinkan.

Menurut Susi, pemusnahan total 21 kapal tersebut merupakan rangkaian dari rencana pemusnahan 42 kapal ikan ilegal yang dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap dari lembaga peradilan.

Pemusnahan kapal dengan cara ditenggelamkan merupakan hal rutin yang dilakukan Satgas 115. Tapi dalam praktiknya, guna menghemat waktu dan efisiensi anggaran maka hanya dilakukan hampir satu atau dua kali dalam setahun.

"Bukan berarti para pelaku illegal fishing ini tidak dihukum, kita kumpulkan hingga akhirnya inchract-nya cukup banyak dan kita lakukan penenggelaman," jelas Susi.

Di samping guna memberikan deterrent effect, penenggelaman juga untuk memberikan kepastian hukum di Indonesia sebagai negara yang berdaulat.

Susi mengatakan, tak ada opsi lain untuk pelanggar kedaulatan wilayah negara serta tindak pidana pencurian ikan selain dengan cara dimusnahkan.

"Kepastian hukum yang benar, tegas, tidak ada kompromi adalah satu benteng pertahanan negara yang luar biasa. Sudah saatnya kita sebagai negara mengamankan dan memastikan sumber daya alam ini ada, terus ada dan banyak, untuk kita dan anak cucu kita," tandasnya.

Sejak Oktober 2014, total kapal barang bukti tindak pidana perikanan yang sudah dimusnahkan yakni 556 kapal.

Antara lain terdiri dari 321 kapal berbendera Vietnam, 91 kapal Filipina, 87 kapal Malaysia, 24 kapal Thailand, Papua Nugini 2 kapal, RRT 3 kapal, Nigeria 1 kapal, Belize 1 kapal, dan Indonesia 26 kapal.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0