Sondang Tampubolon Minta Subsidi Pupuk dan Gas 3 Kg Tak Lagi ke Produk :: Nusantaratv.com

Sondang Tampubolon Minta Subsidi Pupuk dan Gas 3 Kg Tak Lagi ke Produk

Upaya ini agar subsidi disalurkan secara tepat sasaran
Sondang Tampubolon Minta Subsidi Pupuk dan Gas 3 Kg Tak Lagi ke Produk
Rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Jakarta, Nusantaratv.com - Anggota Komisi VI DPR RI Sondang Tiar Debora Tampubolon meminta pemerintah memastikan subsidi gas 3 kilogram (kg) dan pupuk tepat sasaran. Ia mengusulkan pemerintah tak lagi memberi subsidi kepada barangnya, tapi langsung ke masyarakat yang berhak menerima. 

Baca juga: Sondang Tampubolon Minta BUMN Asuransi Bebas Konflik Kepentingan 

"Pupuk subsidi ini tidak lagi kepada produk tapi langsung ke petani. Supaya lebih jelas alur subsidinya," ujar Sondang saat rapat kerja Komisi VI DPR dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (20/2/2020). 

"Karena kalau subsidi hanya ke produk itu masih sumir penggunaannya, termasuk kepada gas subsidi," imbuhnya. 

Guna mendukung kebijakan subsidi diberikan secara langsung ke masyarakat dan tepat sasaran, Sondang menyarankan pemerintah memakai data sesuai kebutuhan, yang dimiliki pihak terkait. Seperti jumlah data orang ataupun keluarga miskin Indonesia. 

Sehingga ke depan, tak ada lagi alokasi subsidi yang bocor atau tak diterima oleh pihak-pihak yang seharusnya tak membutuhkan. 

"Kami berharap nanti subsidi-subsidi itu tidak masuk kepada produk, tapi langsung ke masyarakat yang membutuhkan sesuai data Kementerian Sosial," jelas anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan (PDIP). 

Pemerintah diketahui tengah menyusun skema baru penyaluran subsidi gas 3 kg, agar lebih tepat sasaran. Caranya dengan mendistribusikan gas secara tertutup. Saat ini pemutakhiran data penerima subsidi juga sedang dikerjakan. 

Sementara, pupuk subsidi dikabarkan mengalami kelangkaan di sejumlah daerah di Indonesia akhir-akhir ini. Kementerian Pertanian membantah kondisi ini, karena menurut mereka pupuk tersedia tinggal didistribusikan. 

Agar tepat sasaran Kementerian menerapkan e-RDKK (rencana daftar kebutuhan kelompok) dan Kartu Tani. 

Pupuk juga hanya diberikan kepada petani yang tergabung dengan kelompok tani, dan memiliki lahan maksimal dua hektar. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0