Sondang Tampubolon: Milenial Harus Berani Ciptakan Kualitas Politik yang Baik

Sondang mengajak kaum muda terjun ke politik dan berbuat banyak
Sondang Tampubolon: Milenial Harus Berani Ciptakan Kualitas Politik yang Baik
Sondang (kiri) bersama Rofikoh (tengah) dan Tina Toon. (Dok. FEB UI)

Jakarta, Nusantaratv.com - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Sondang Tiar Debora Tampubolon, menilai perlu ada peningkatan kapasitas milenial atau kaum muda yang terjun ke politik. Sebab, ada sejumlah kekurangan yang menjadi karakteristik khas mereka.

Pernyataan ini disampaikan Sondang dalam 'Sharing Session Kelas Inspirasi: Persepsi Milenial Terhadap Era Baru Legislatif Melalui Self Branding', yang digelar Business Center Student Committee Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Jumat (29/11/2019) malam.

Baca juga: Anggaran Tak Wajar DKI, Sondang: Pemprov Seperti Kehilangan Arah 

"Di dalam dunia politik, generasi muda atau milenial dianggap belum berpengalaman, belum matang dalam berpikir dan belum stabil secara emosi, cenderung idealis. Juga tidak realistis karena sering mengambil keputusan berdasarkan emosi perasaan," ujar Sondang di BRI Auditorium, Gedung MM UI Salemba, Jakarta Pusat.

Karenanya, guna menjawab keraguan itu, kaum muda di politik harus menaikkan level individunya. Para muda-mudi harus menjadi agen perubahan, tak terbawa arus pragmatisme politik.

"Generasi milenial harus melakukan perubahan seperti bersikap/bertindak sebagai agent of change dan harus mampu memutuskan 'lingkaran setan' politik kekuasaan ataupun uang," kata dia.

Generasi muda yang terjun ke politik juga diminta tak mudah putus asa. Terutama saat menghadapi tantangan dalam melakukan perubahan. Bagi yang belum ke politik, Sondang berpesan agar mereka tak ragu ke memasuki gelanggang itu.

"Harus tetap optimistis dan tidak boleh berhenti melakukan langkah-langkah perbaikan dalam segala hal termasuk sektor politik. Harus maju dan peduli menciptakan kualitas politik yang baik dan harus berani terjun ke dalamnya, politik akan menjadi bersih saat orang-orang baik, profesional dan berintegritas terjun ke dalamnya," tuturnya.

Anggota Komisi VI DPR ini pun mengingatkan agar kaum muda yang memutuskan ke politik mengenali kekurangan dan kelebihannya. Dengan begitu potensi yang terdapat pada kelebihan mereka, bisa dioptimalkan, sehingga mampu berbuat banyak di bidang tersebut.

"Kembangkan seluruh kelebihan, potensi diri, kecakapan komunikasi. Harus mempunyai pengetahuan, bersuara di media mainstream dan media sosial. Tak hanya itu, terdapat juga lima self branding yakni awareness, knowledge, preference, liking, dan loyalty," papar perempuan 36 tahun.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Agustina Hermanto (Tina Toon), mengatakan personal branding merupakan segala sesuatu berada pada diri kita yang membedakan, dan menjual. Sebelum membentuk personal branding, kata dia kita harus memahami diri terlebih dahulu dan kuncinya terdiri dari swots dan goals.

"Dalam hal goals personal branding untuk membantu kepentingan banyak orang, di antaranya persiapan strength (pendidikan, public figure, communication skill, analisis, kecakapan bahasa, performa), opportunities (muda & berani, nothing to lose, zaman milenial & Gen Z), weakness (ingin cepat, fokus kualitas, sulit percaya, cannot leave things behind, work addict), dan threats (internet & socmed, hoax, persaingan)," jelasnya.

Tina mengakui nama besar sebagai artis menjadi modal dirinya masuk ke politik. Namun, bukan hanya itu, ia juga membekali dirinya dengan wawasan, kemampuan dan integritas guna mengarungi arena politik Ibu Kota. Sehingga apa yang menjadi tujuannya bisa tercapai.

"Saya sebagai generasi milenial yang terjun di dunia politik, terkait personal branding bahwa saya politisi muda berangkat dari keartisan bersama pengetahuan, kemampuan dan integritas. Saya juga penuh dengan niat membantu lebih dari kapasitas pribadi, dengan kepedulian terhadap masyarakat," bebernya.

Sementara, Ketua Program Studi Magister Manajemen FEB UI, Rofikoh Rokhim, mengapresiasi kegiatan Sharing Session Kelas Inspirasi. Menurut dia, segala pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu, juga dibutuhkan para mahasiswa. Apalagi ilmu yang didapatkan berdasarkan pengalaman sosok-sosok yang fokus di bidangnya.

"Kita semua di sini ingin belajar tidak hanya dari bidang ekonomi, manajemen. Tetapi kita juga harus mendapatkan trik-trik atau case study, pengalaman dari tokoh-tokoh yang ada di masyarakat, baik segi bisnis maupun legislatif," tandasnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0