Sebut Akan Turunkan Jokowi Jelang Pelantikan, Permadi Dikritik Sejumlah Pihak :: Nusantaratv.com

Sebut Akan Turunkan Jokowi Jelang Pelantikan, Permadi Dikritik Sejumlah Pihak

Politisi Partai Gerindra Permadi menyebut jika dirinya bersama yang lain akan menurunkan Jokowi menjelang pelantikan Presiden. Kontan pernyataan Permadi menuai kritikan.
Sebut Akan Turunkan Jokowi Jelang Pelantikan, Permadi Dikritik Sejumlah Pihak
Permadi

Jakarta, Nusantaratv.com - Mantan anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kini menjadi kader Partai Gerindra, Permadi mengatakan, kalau dirinya telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah orang dari berbagai lintas generasi.

Usai pertemuan itu, kepada media Permadi menegaskan sikapnya yang akan menurunkan Jokowi sebelum dilantik sebagai Presiden RI periode 2019-2024 pada tanggal 20 Oktober 2019 mendatang.

Untuk memantapkan rencananya, Permadi pun menggalang kekuatan, salah satunya dengan menggelar pertemuan dengan sejumlah purnawirawan TNI.

Permadi juga mengatakan akan menghubungi habib yang tergabung dalam aksi 212 serta mendukung gerakan aksi mahasiswa yang melakukan demo di gedung DPR baru-baru ini.

Terkait pernyataan Permadi yang kontroversial, sejumlah pihak langsung mengkritisi. Salah pihak yang mengkritik keras pernyataan Permadi yakni Generasi Optimis Indonesia (GO Indonesia).

Mengutip Tribunews, Wakil Ketua Umum Generasi Optimis Indonesia, Frans Meroga mengkritik secara keras pernyataan politik politisi senior Partai Gerindra, Permadi yang mendukung penurunan Presiden Joko Widodo sebelum pelantikan tanggal 20 Oktober 2019 mendatang.

Frans menyoroti pernyataan Permadi yang menyatakan akan melakukan ‘people power’ dan sudah ada purnawirawan TNI yang mengurus soal itu.

“Itu maksudnya apa? Mengatakan ‘people power’ saja sudah memperkeruh suasana. Mau adu domba TNI? Kopassus dan Marinir adalah pasukan elit yang bertugas menjaga kedaulatan negara, bukan digunakan sebagai alat untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah,” ungkap Frans Meroga di Jakarta, Minggu (29/9/2019).

Frans pun meminta Permadi untuk tidak melanjutkan niatnya untuk melengserkan Presiden Jokowi karena berpotensi memecah belah anak bangsa dan kemudian dimanfaatkan serta diintervensi kepentingan asing atau pihak-pihak tertentu yang ingin mengeruk kekayaan bangsa.

“Jangan sampai gerakan mahasiswa yang awalnya untuk menolak sejumlah RUU itu kemudian berubah menjadi usaha untuk melengserkan pemerintahan yang sah karena provokasi Permadi,” tutup Frans.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0