Sahkan RUU IA-CEPA, DPR Gelar Rapat Paripurna :: Nusantaratv.com

Sahkan RUU IA-CEPA, DPR Gelar Rapat Paripurna

Pengesahan dilakukan setelah Komisi VI DPR membahas RUU ini
Sahkan RUU IA-CEPA, DPR Gelar Rapat Paripurna
Rapat paripurna DPR untuk mengesahkan RUU IA-CEPA

Jakarta, Nusantaratv.com - Rapat paripurna pengesahan Rancangan Undang-Undang Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) digelar DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2020) sore.

Baca juga: Komisi VI DPR Setuju RUU Kemitraan Ekonomi Indonesia-Australia 

IA-CEPA merupakan kesepakatan kemitraan ekonomi antara Indonesia dengan Australia.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar. Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua DPR Puan Maharani, serta Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Imin menyatakan rapat paripurna yang digelar terbuka ini dihadiri 334 dari 575 anggota dewan. Sehingga pengambilan keputusan bisa dilakukan.

"Berdasarkan catatan Kesetjenan DPR RI telah ditandatangi 334 anggota yang mana memenuhi, maka ketentuan forum dalam mengambil keputusan telah mencapai kuorum," kata Muhaimin.

Sebelumnya, Komisi VI DPR RI setuju membawa Rancangan Undang-Undang Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) ke pembahasan tingkat II, atau disahkan dalam rapat paripurna DPR. Persetujuan ini seusai semua fraksi menyampaikan pandangan mini fraksi serta meneken draf RUU bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto.

Agus mengatakan, adanya perjanjian IA-CEPA ini investasi ditargetkan meningkat. Lalu meluasnya akses pasar perdagangan jasa, peningkatan perdagangan barang, didorongnya konsep economic powerhouse, adanya kerja sama ekonomi yang terfokus pada pengembangan kapasitas serta pengembangan sumber daya manusia (SDM). 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri akan bertolak ke Australia pada 8-10 Februari mendatang guna membahas IA-CEPA yang telah memasuki tahap akhir proses ratifikasi.

"Dan akan ada peluncuran plan of action sebagai acuan pelaksanaan IA-CEPA," ujar Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0