Prabowo-Sandi Minta Saksinya Dilindungi LPSK, Yusril Nilai Akal-akalan :: Nusantaratv.com

Prabowo-Sandi Minta Saksinya Dilindungi LPSK, Yusril Nilai Akal-akalan

Minta perlindungan LPSK, Yusril nilai kubu Prabowo-Sandi hanya tak mampu hadirkan saksi
Prabowo-Sandi Minta Saksinya Dilindungi LPSK, Yusril Nilai Akal-akalan
Yusril Ihza Mahendra

Jakarta, Nusantaratv.com -Ketua tim hukum  Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra merasa kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak mampu menghadirkan saksi yang bisa memberikan kesaksian dalam sengketa hasil Pemilu Presiden (Pilpres) di Mahkamah Konstitusi (MK). Ketidakmampuan itu, kata dia, terlihat dari langkah tim hukum Prabowo-Sandi yang mendatangi LPSK untuk meminta perlindungan bagi para saksi yang mereka akan ajukan. 

Yusril memandang laporan ke LPSK hanya cara agar Prabowo-Sandi tidak menghadirkan para saksi.

"Kami menganggap justru laporan ke LPSK itu merupakan satu teror psikologis kepada masyarakat seolah-olah para saksi yang akan diajukan ke MK ini dihalang-halangi, diteror, dan ditakut-takuti. Sehingga nanti ujung-ujungnya tidak datang ke MK," kata Yusril di Posko Cemara, Jakarta, Senin (17/6/2019). 

Yusril menjelaskan, saksi yang dihadirkan dalam persidangan bukan hanya sekedar disumpah ketika akan memberikan kesaksian. Tapi juga harus mampu memberikan kesaksian atas sebuah fakta sesuai apa yang dilihat, dengar, dan ketahuinya.

"Nah karena tidak mampu lantas 'Oh kami ditakut-takuti, ok kami diteror, dan sebagainya'. Itu bisa terjadi seperti itu," tutur dia.

Karena itu, Yusril meminta masyarakat tak langsung menuding pihak Jokowi-Ma'ruf sebagai pihak yang menghalangi, mengancam, dan meneror saksi Prabowo-Sandi. Pihaknya pun berharap persidangan berlangsung jujur dan adil, termasuk dalam hal memberi ruang bagi seluruh pihak yang berperkara guna memberikan kesaksian yang lengkap.

"Tapi ujung-ujungnya, ya Anda boleh ngomong apa saja, boleh bicara apa saja, tapi apakah Anda bisa membuktikannya," ucapnya. 

Menurut Yusril, kubunya juga ingin mengetahui bukti dan mendengar keterangan saksi kubu nomor urut 02, sebab selama ini sangat banyak persepsi dan dugaan negatif terhadap Jokowi-Ma'ruf.

"Silakan lah diungkapkan. Tapi dari list dari daftar bukti itu kan kami sudah bisa 'lho kok begini'. Nah jadi jangan sampai nanti gagal membuktikan terus mencari-cari alasan seolah-oleh mereka diteror dan sebagainya yang saya kira itu tidak sehat dalam upaya penegakan hukum yang fair, jujur, adil dan terbuka," papar Yusril.

"Kami menginginkan sidang MK ini mengakhiri segala ketegangan politik dan konflik yang ada di tengah-tengah masyarakat," imbuh dia.

Yusril juga mengatakan jika LPSK tidak sembarangan dalam memberi perlindungan saksi dan korban sebagaimana aturan yang berlaku. Ia menyebut LPSK hanya melindungi saksi dalam perkara pidana.

Sehingga jika permohonan tersebut dipenuhi LPSK, akan menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di Indonesia.

"Jadi kami menolak sekeras-kerasnya upaya membangun opini seolah-olah para saksi yang dihadirkan (Prabowo-Sandi) ini dihalang-halangi," ujar Yusril.

Yusril menyarankan Prabowo-Sandi cukup meminta kepolisian guna melindungi saksi mereka. 

"Dan polisi saya yakin akan memberikan perlindungan. Karena semua pihak menginginkan persidangan ini berjalan secara fair, jujur, dan adil," tandas Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB). (Rizk)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0