Pilbup Merauke 2020, Ini Peta Persaingannya :: Nusantaratv.com

Pilbup Merauke 2020, Ini Peta Persaingannya

Petahana disebut berpeluang besar terpilih kembali
Pilbup Merauke 2020, Ini Peta Persaingannya
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020.

Jakarta, Nusantaratv.com - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Merauke, Provinsi Papua terbilang cukup tinggi. Bupati petahana, Fredrikus Gebze disebut berpeluang memimpin lagi untuk periode berikutnya. Hal itu sebagaimana hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) pada pertengahan Januari 2020 lalu.

Baca juga: Ikut Tes Cawalkot PSI, Putri Ma'ruf Amin Ditanya Komitmen Pemberantasan Korupsi 

Direktur Eksekutive IDM, Fahmi Hafel menjelaskan, survei dengan tema "Siapa Sosok Bupati yang Diinginkan Masyarakat Merauke" itu dilakukan pada tanggal 10 hingga 25 Januari 2020. Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling. Sebanyak 1.135 responden dari 150.110 pemilih pada Pemilu 2019, dilibatkan dalam survei, yang seluruhnya warga Merauke.

"Mereka sudah punya hak pilih dari 20 distrik di Kabupaten Merauke dengan margin of error lebih kurang sebesar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen," ujar Fahmi, Kamis (30/1/2020).

Dijelaskannya, demografi responden terdiri dari 50,6 persen orang asli Papua dan 49,4 bukan orang asli Papua. Responden terdiri dari 48,3 persen laki laki dan 51,7 persen wanita. Hasilnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Pemkab Merauke di bawah kepimpinan Bupati Frederikus Gebze dan Wakil Bupati Sularso cukup tinggi.

"Yaitu 67,7 persen masyarakat puas dan hanya 32,3 persen yang tidak dan kurang puas," kata Fahmi.

Penilaian kinerja ini dipastikan 100 persen oleh publik mulai dari segmen gender, usia, pendidikan, hingga segmen pendapatannya. Sementara untuk kepuasan di masing-masing distrik hampir keseluruhan tingkat kepuasan pelayanan publik di atas 65 persen persen dengan nilai variatif mulai 65 hingga 67 persen.

"Begitu pun dengan angka ketidakpuasan kinerja mulai dari 20 hingga 33 persen," ucapnya.

Walau begitu, sebanyak 49,9 persen masyarakat tak puas dengan penanganan masalah ketenagakerjaan, sementara yang merasa puas sebanyak 48,5 persen. Lalu terkait masalah penanganan jalan 47,1 persen masyarakat tak puas, dan yang puas 52,9 persen.

"Penanganan infrastruktur ini kita harap masih perlu dimaksimalkan karena tingkat ketidakpuasan masyarakat masih tinggi," kata Fahmi.

Kendati respon mayoritas tak puas akan penanganan masalah ketenagakerjaan, menurut Fahmi hal itu wajar. Sebab fenomena ini hampir dialami seluruh kabupaten/kota, serta provinsi di seluruh Indonesia.

Sementara untuk kepuasan masyarakat terhadap kinerja lainnya cukup tinggi. Seperti penanganan masalah pertanian sebanyak 78,1 persen responden yang puas, penanganan masalah kesehatan 64,9 persen, masalah pelayanan publik 67,3 persen dan penanganan pendidikan sebesar 59,5 persen.

"Khusus untuk program kerja yang dijalankan Pemkab Merauke mulai dari pendidikan dan kesehatan gratis, program investasi dan pariwisata, peningkatan kapasitas birokrasi pada umumnya angka kepuasan masyarakat diatas 66,4 persen," papar Fahmi.

Melihat hasil survei ini, Fahmi menyimpulkan bahwa bupati dan wakil bupati petahana sangat berpeluang mencalonkan diri atau berpasangan dalam pilkada selanjutnya, dan memenangkannya.

"Karena mereka baru menjabat sebanyak satu periode. Hasil Pemilu 2019 menunjukkan bahwa dari total sembilan partai politik yang mendudukkan wakilnya di DPRD Merauke, tidak ada satu pun partai politik yang dapat mengusung calon bupati-wakil bupati tanpa berkoalisi," jelasnya.

Hasil survei juga menunjukkan masyarakat Merauke yang tahu akan adanya pilkada 2020 akan berlangsung di daerahnya baru sebanyak 54,3 persen. Sementara mereka yang belum dan tidak tahu pemilu bupati (pilbup) sebanyak 46,7 persen.

"Ini artinya KPUD harus banyak bersosialisasi terkait pilkada Merauke," ucapnya.

Lalu sebanyak 77,4 persen mengaku mengenal Bupati Fredrikus Gebze. Sementara mantan Bupati Merauke Romanus Mbaraka, dikenal sebanyak 66,8 persen, Hendrikus Mahuze 54,3 persen, Heribertus Silibun 51,6 persen, Obeth Rumetna 53,2 persen, serta Herman Anitoe Basik-Basik dikenal responden sebanyak 49,6 persen.

"Dan untuk keterpilihan dari enam tokoh oleh masyarakat Merauke, jika pilkada di gelar pada hari ini dengan pertanyaan terbuka secara langsung atau berdasarkan top mind kepada 1135 masyarakat Merauke yang menjadi responden, maka Bupati Merauke Frederikus Gebze dipilih sebanyak 57,7 persen masyarakat Merauke, sedangkan mantan Bupati Romanus Mbaraka dipilih oleh sebanyak 17,4 persen, Hendrikus Mahuze 3,7 persen,Heribertus Silibun 2,4 persen , Obeth Rumetna 3,1persen, Herman Anitoe Basik-Basik 2,6 persen dan yang tidak memilih 13,1 persen," beber Fahmi.

IDM juga memotret tingkat keinginan masyarakat Kabupaten Merauke yang menginginkan Fredrikus Gebze untuk maju kembali mencalonkan diri sebagai kandidat Bupati periode 2020-2025, yakni sebanyak 63,9 persen.

"Yang tidak menginginkan sebanyak 17,9 persen dan tidak jawab ada 18,2 persen. Jadi tingkat menginginkan kembali Frederikus Gebze maju sebagai Bupati Kabupaten Merauke masih sangat tinggi. Sehingga menjadi catatan bagi kandidat lainnya," tandas Fahmi.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0