PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Naik, Yusril: Berat :: Nusantaratv.com

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Naik, Yusril: Berat

Menurut Yusril lama-lama partai yang tersisa cuma satu
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Naik, Yusril: Berat
Yusril Ihza Mahendra. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusulkan kenaikan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen, dari 4 persen menjadi 5 persen. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza merespons negatif rekomendasi Rakernas I PDIP itu. 

Baca juga: Dukung Jadi 'Dubes' Kutub, Yusril Siap Dampingi Tangguh Temui Jokowi 

Sebab, ambang batas yang sekarang saja dianggap berat untuk dipenuhi.

"Kenyataannya juga tidak mudah untuk mencapai angka (ambang batas) empat persen itu. Ketika kemudian dinaikan, lalu naik (lagi) menjadi 10 persen, itu nanti jadi partai tunggal lama-lama," kata Yusril di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Karenanya, Yusril meminta ambang batas parlemen tak usah dinaikkan. 

"Saya kira empat persen sudah cukup. Enggak perlu dinaikkan lagi," ucapnya. 

Mengenai apakah upaya PDIP itu dirasa menjegal PBB, Yusril tak menjawab tegas.

Ia hanya memastikan bahwa memenuhi syarat yang sekarang saja sudah cukup berat.

"Ya bagi kita berat lah ya. Bagi kita empat persen saja sesuatu yang enggak mudah dicapai," jelas mantan Menteri Hukum dan HAM itu. 

Sebelumnya, Rakernas PDIP melahirkan sembilan rekomendasi salah satunya mendorong DPP dan Fraksi DPR RI PDI-P untuk memperjuangkan perubahan Undang-Undang (UU) Pemilu.

UU Pemilu diharapkan mengatur mekanisme pemilu kembali menggunakan sistem proporsional daftar tertutup.

Melalui sistem ini, pemilih akan memilih partai dan bukan memilih anggota partai yang mewakili daerah pemilihan.

Ambang batas parlemen juga didorong untuk dinaikkan dari 4 persen menjadi sekurang-kurangnya 5 persen.

UU Pemilu pun direkomendasikan untuk memberlakukan ambang batas parlemen berjenjang, yakni 5 persen DPR RI, 4 persen DPRD provinsi dan 3 persen DPRD kabupaten/kota. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0