PDIP : Majalah Tempo Kurang Mengindahkan Etika dan Budaya Bangsa :: Nusantaratv.com

PDIP : Majalah Tempo Kurang Mengindahkan Etika dan Budaya Bangsa

PDI Perjuangan (PDIP) meresponse negatif atas berbagai karikatur yang disampaikan oleh Majalah Tempo terhadap sosok Presiden Jokowi.
PDIP : Majalah Tempo Kurang Mengindahkan Etika dan Budaya Bangsa
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (faktanews)
PDIP : Majalah Tempo Kurang Mengindahkan Etika dan Budaya Bangsa

Jakarta, Nusantaratv.com - PDI Perjuangan (PDIP) meresponse negatif atas berbagai karikatur yang disampaikan oleh Majalah Tempo terhadap sosok Presiden Jokowi. Hal itu salah satunya disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. 

“PDI Perjuangan sangat menghormati kritik sebagai esensi penting dalam demokrasi. Namun etika jurnalistik tetap harus dikedepankan. Demokrasi memerlukan estetika, perlu pemahaman terhadap kebudayaan bangsa, sehingga tampilan karikatur Majalah Tempo terhadap Presiden Jokowi dalam beberapa edisi terakhir sangat disesalkan,"ujar Hasto melalui keterangan resminya yang diterima Nusantaratv.com pada Selasa (8/10/19).

Menurut Hasto, apa yang ditulis oleh media tersebut sudah tidak lagi menampilkan pesan jurnalistik yang mencerdaskan dan membangun peradaban, namun sudah menampakkan kepentingan tertentu yang disertai framing kepada pembaca. 

“Ketika media tersebut memberikan kritik yang begitu tajam terhadap PDI Perjuangan kami menerimanya sebagai bagian dari kritik dan kami lakukan otokritik, namun ketika simbol negara Presiden Republik Indonesia dibuat karikatur tersebut, kami sangat menyesalkan. Karikatur Presiden Jokowi tersebut cermin kemunduran kualitas jurnalistik karena minus kebajikan, ”tandasnya. 

Hasto menyarankan, ada baiknya Tempo menyampaikan pemberitaan berimbang mengenai cover both sides, dan sebagai media yang berada di wilayah Indonesia, untuk memelajari kembali sejarah pers nusantara, pers yang membawa pelita harapan, mencerdaskan, dan memajukan kesejahtetaan umum.

 “Terkait dengan revisi UU KPK suara DPR dan Pemerintah Bulat. Jalankan undang-undang baru tersebut, kita monitor, cermati, dan kita semua punya tanggung jawab untuk memberantas korupsi. Presiden Jokowi tidak akan tingal diam memberantas korupsi, ada atau tidak ada undang-undang. Sebab korupsi adalah kejahatan kemanusiaan. Namun dengan revisi tersebut, Ke depan tidak ada lagi penyalahgunaan kewenangan yang selama ini banyak terjadi, ”tambahnya lagi. 

 Bahkan menurutnya, ketika warga negara  tidak lagi bisa menghormati simbol negara seperti Presiden Republik Indonesia Jokowi, maka demokrasi melunturkan watak kebudayaan bangsanya. 

"Maka dari itu, stop karikatur yang tidak mencerdaskan kehidupan bangsa, "tutupnya.(Cal) 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0