Komisi V Pertanyakan Status Kapal Kabel China di Perairan Natuna

Komisi V DPR akan bertanya kepada Menhub soal kapal tersebut
Komisi V Pertanyakan Status Kapal Kabel China di Perairan Natuna
Kapal kabel China. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Keberadaan kapal  kabel milik China di Perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) dipertanyakan. Komisi V DPR mempertanyakan izin operasi kapal itu. 

Baca juga: Ini Alasan Komisi III Usul BNN Dibubarkan

"Sebagai anggota Komisi V DPR saya juga akan pertanyakan terkait izin dan pengawasan operasional kapal kabel berbendera asing ini pada Menteri Perhubungan saat rapat kerja nanti, kebetulan senin ini ada rapat dengan Kemenhub (Kementerian Perhubungan)," ujar anggota Komisi V DPR Irwan, Minggu (24/11/2019).

Irwan mengakui memang kapal asing tak dilarang beroperasi di perairan Indonesia, selama mengantongi izin pekerjaan bawah air dari pemerintah Indonesia, yakni Kementerian Perhubungan. Di samping memberi izin, Kemenhub juga harus melakukan pengawasan ketat terhadap kegiatan itu. 

"Saya pikir ini (izin dan pengawasan operasi) sangat penting karena menyangkut pendapatan negara dan juga pertahanan," kata dia. 

Karenanya Irwan akan menanyakan ke Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, guna memastikan apakah izin yang diberikan sudah sesuai prosedur atau tidak.

"Jadi terkait beroperasinya kapal kabel berbendera asing di perairan laut Indonesia perlu segera dilakukan monitoring dan pengawasan terutama terkait izin dan aktivitasnya apakah sudah sesuai prosedural," tandas legislator asal Kalimantan Timur (Kaltim). 

Diketahui, sebuah kapal kabel SBSS milik China yang berbendera Panama dengan nama Kapal CS Bold Maverick, beroperasi di perairan Indonesia sekitar Batam dan laut Natuna, Kepri. Kapal diketahui berada di wilayah tersebut selama beberapa waktu belakangan. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0