Ketum Barnus DR. Ir. Nurdin Tampubolon, MM: Oposisi dibutuhkan sebagai check and balance pada pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin. :: Nusantaratv.com

Ketum Barnus DR. Ir. Nurdin Tampubolon, MM: Oposisi dibutuhkan sebagai check and balance pada pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin.

Merupakan fakta bahwa elektabilitas Jokowi meningkat sangat signifikan. Terlebih lagi pasangan Jokowi merupakan seorang tokoh yang sangat disegani di bangsa ini baik sebagai politisi dan juga sebagai tokoh agama yang religius. Bahwa partai yang kalah sangat dibutuhkan mengambil posisi oposisi dalam membangun kontrol atas pemerintah sebagai check and balance.
Ketum Barnus DR. Ir. Nurdin Tampubolon, MM: Oposisi dibutuhkan sebagai check and balance pada pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin.
Ketum Barisan Nusantara Bersama KH Ma'ruf Amin dengan mengenakan Ulos sebagai kain khas adat Batak

Jakarta, Nusantaratv.com - Dalam interview bersama media nasional, Ketua Umum Barisan Nusantara Nurdin Tampubolon memberikan pandangannya tentang peran partai opisisi bagi pembangunan bangsa. Pandangan ini disampaikan sebagai sikap atas berjalannya proses pemilu dan rangkaian sidang PHPU di Mahkamah Konstitusi yang akan memberikan putusannya pada tgl. 27 Juni 2019.

Fakta bahwa elektabilitas Jokowi meningkat

Nurdin Tampubolon yang juga Anggota DPR RI Periode 2014-2019 ini mengatakan:  Hasil Pilpres 2019 dengan dua pasangan Capres yaitu Jokowi dan KH Ma’ruf Amin bersama pasangan Capres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno berdasarkan keputusan KPU telah menunjukkan perbandingan dukungan masyarakat terhadap dua pasangan ini. Hal positifnya dan telah terbukti dari hasil Pemilu 2019, masyarakat telah memberikan kepercayaan kepada pasangan Capres Jokowi – KH. Ma’ruf Amin dimana ada peningkatan kepercayaan kepada Jokowi dari 6 juta selisih suara di tahun 2014 menjadi 16 juta lebih ditahun 2019. Itu merupakan fakta bahwa elektabilitas Jokowi meningkat sangat signifikan. Terlebih lagi pasangan Jokowi merupakan seorang tokoh yang sangat disegani di bangsa ini baik sebagai politisi dan juga sebagai tokoh agama yang religius.

“Harusnya tidak ada lagi istilah 01 ataupun 02” kata Nurdin.  Yang ada adalah rakyat Indonesia. Hal ini menurutnya karena kenegarawanan Prabowo Subianto tidak perlu diragukan, nasionalisme beliau juga tidak perlu diragukan. Beliau juga seorang patriotisme karena beliau memiliki jejak rekam seorang prajurit yang baik sebagai anggota TNI sampai beliau menjadi Pangkostrad. Potensi dan kenegarawanan beliau sangat dibutuhkan untuk mendukung Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin dalam membangun bangsa ini sampai tahun 2024.”

Oposisi penting mewujudkan good governance

Dalam menyikapi adanya wacana oposisi masuk kabinet, menurut Nurdin tidak harus.  “Namun membangun bangsa ini tidak harus sama-sama duduk di kabinet. Tidak harus. Masuk kabinet bisa-bisa saja. Tetapi apakah itu yang beliau (Prabowo) inginkan?. Membangun bangsa ini dibutuhkan oposisi. Opisisi memperkuat struktur pemerintahan yang ada, sebagai chek and balance sehingga good governance terlaksana. Dan oposisi yang kuat bukanlah merusak atau melawan pemerintah. Program pembangunan yang pro rakyat pasti didukung oposisi. Program yang tak berpihak pada rakyat, tidak berpihak kepada kepentingan bangsa dan negara atau yang menghabis-habiskan uang negara harus dikritisi supaya tercapai out put yang meningkatkan pendapatan negara dan sekaligus  pendapatan rakyat Indonesia  dalam mendukung pencapaian income perkapita  sehingga terwujud Indonesia menjadi nomor 4  besar dunia dengan PDB terbesar pada tahun 2035-2045.

Nurdin Tampubolon yang juga seorang pengusaha tersebut mempertegas “Apabila chek and balance antara pemerintah Jokowi - KH Ma’ruf Amin dengan oposisi Partai Gerinda yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dan partai lainnya  berjalan secara positif, tentu  sangat dibutuhkan oleh bangsa. Bahkan pertemuan-pertemuan yang positif untuk saling membangun dan saling mengisi dan  mengkritisi, dengan mendukung hal yang positif serta  mengkritisi hal-hal yang kurang membangun atau kurang menguntungkan. Peran opisisi sedemikian sangat dibutuhkan oleh bangsa.

Jika kalah di MK  mari mendukung yang menang

 “Bangsa yang besar adalah apabila bangsa itu sama-sama memikirkan kemajuan rakyatnya.” Ungkap Nurdin sebagai bagian untuk meletakkan masing-masing pihak bersatu memikirkan kemajuan rakyat Indonesia.

Menyambut pembacaan putusan MK 27 Juni 2019, Nurdin Tampubolon yang telah terpilih mewakili Sumatera Utara sebagai politisi di Senayan selama 4 periode mengatakan: “Yang kita harapkan jangan sampai ada provokator karena kalah dan lalu mempengaruhi yang kalah juga sehingga menimbulkan masyarakat kita terbelah. Itu menyimpang dari konstitusi dan sudah tentu berhubungan dengan masalah hukum.  Jadi  siapapun kita, sebagai warga negara yang baik harus mendukung program pembangunan yang pro pembangunan, pro rakyat, pro pertumbuhan ekonomi dan pro pertumbuhan pendapatan rakyat agar sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Nurdin memperjelas, :”Potensi sumber daya, potensi SDM harus didevelop menjadi human capital dalam mengelola tata kelola dan Sumber Daya Alam (SDA) menjadi faktor-faktor produksi, sektor-sektor produksi dan membuka sektor-sektor ekonomi yang baru dalam mengisi pembangunan. Apa yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi 5 tahun ini bersama Jusuf Kalla sudah meletakkan pondasi-pondasi yang kokoh untuk bisa kita berdiri dengan income percapita yg lebih besar sehingga Indonesia bisa mencapai nomor 4 PDB terbesar di dunia pada 3 atau 4 periode dari sekarang.

Jadi istilah 01 dan 02 mari kita kubur dan mari kita sama sama  mendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin, pungkas Nurdin. (Tt)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0