Jokowi Tegaskan Kartu Pra Kerja Bukan Program Menggaji Pengangguran

Kartu Pra Kerja Merupakan Bantuan Biaya Pelatihan Vokasi untuk Para Pencari Kerja Berusia 18 Tahun ke Atas.
Jokowi Tegaskan Kartu Pra Kerja Bukan Program Menggaji Pengangguran
Presiden Joko Widodo. (Instagram @jokowi)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan implementasi program Kartu Pra Kerja bukanlah menggaji pengangguran. Namun, ungkap Kepala Negara, merupakan bantuan biaya pelatihan vokasi untuk para pencari kerja yang berusia 18 tahun ke atas.

Sekali lagi, bukan menggaji pengangguran. Ini penting saya sampaikan karena muncul narasi seolah-olah pemerintah akan menggaji pengangguran. Tidak, itu keliru - ujar Presiden Jokowi. 

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Akselerasi Implementasi Program Siap Kerja dan Perlindungan Sosial, di Kantor Presiden, Jakarta, seperti dilansir laman Setkab, Selasa (10/12/2019). 

Baca Juga: Jokowi: Kita Banjiri Narasi Besar Pancasila Agar Tak Disalip Ideologi Lain

Menurut mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) itu, kartu Pra Kerja merupakan bantuan biaya pelatihan vokasi untuk para pencari kerja yang berusia 18 tahun ke atas, dan tidak sedang dalam pendidikan formal, atau juga untuk para pekerja aktif dan pekerja yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang membutuhkan peningkatan kompetensi. 

Lebih lanjut, dia menjelaskan fokus pemerintah dalam Kartu Pra Kerja ada dua. Pertama, mempersiapkan angkatan kerja dan terserap untuk bekerja atau menjadi entrepreneur.

Kemudian yang kedua, meningkatkan keterampilan para pekerja dan korban PHK melalui rescaling dan upscaling agar semakin produktif dan berdaya saing - tambah Presiden Ri ke-7 itu. 

Baca Juga: Dianugerahi 'Asian of the Year 2019', Jokowi: Ini Kehormatan Bukan untuk Saya Semata, Tapi untuk Indonesia

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi ingin mendapatkan laporan mengenai persiapan detil implementasi terutama soal pembentukan Project Management Office (PMO) yang akan mengelola program Kartu Pra Kerja itu.

Selain juga kesiapan platform sistem digital dan alur bisnis prosesnya seperti apa. Dan yang ketiga kesiapan lembaga pelatihan dan rancangan skema pencairan dana untuk pembayarannya - tukas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0