Jokowi Sebut Kiambang yang Bertaut. Cari Tahu Arti Kata Kiambang Di Sini :: Nusantaratv.com

Jokowi Sebut Kiambang yang Bertaut. Cari Tahu Arti Kata Kiambang Di Sini

Presiden Jokowi usai sampaikan pidato sidang tahunan di forum MPR 2019.
Jokowi Sebut Kiambang yang Bertaut. Cari Tahu Arti Kata Kiambang Di Sini
Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR RI (Foto: Tangkapan layar Youtube)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah selesai melaksanakan tangungjawabnya dalam menyampaikan pidato di sidang tahunan MPR RI, Jumat (16/8/2019).

Dalam sidang tahunan MPR RI yang bertema 'SDM Unggul, Indonesia Maju' ini, Jokowi menutupnya dengan menyampaikan pesan tentang semangat persatuan serta perbedaan bukanlah penghalang.

"Saya yakin, seyakin-yakinnya, persatuan Indonesia akan selalu sentosa. Seperti kiambang-kiambang yang bertaut kembali, setelah biduk pembelah berlalu," kata Jokowi membacakan pidato di kompleks parlemen, Senayan, Jumat (16/8/2019).

Dari petikan penutupan piidatonya itu, Jokowi tampak memakai kata Seperti kiambang-kiambang yang bertaut kembali.

kiambang-kiambang yang bertaut kembali, jika diambil dari asal katanya yaitu dari pepatah Melayu.

Kata Kiambang itu sendiri menurut kbbi.kata.web.id berarti, Nomina (kata benda) tumbuhan yang mengapung di permukaan air yang tidak mengalir, berdaun kecil dan bulat, berkembang biak dengan cepat, berfungsi sebagai tempat persembunyian ikan; Salvinia molesta.

Sementara arti kata Biduk lalu kiambang bertaut memiliki pengertian, perselisihan antara dua orang bersaudara tidak perlu dicampuri oleh orang lain karena sebentar juga akan berdamai.

Perselisihan antara dua orang bersaudara, apabila dicampuri oleh pihak ketiga akan segera berakhir dengan perdamaian sedangkan pihak ketiga akan tersisih dan mendapatkan malu.

Kiambang sendiri seperti diketahui adalah sebuah tumbuhan yang mengapung. 

Kiambang merupakan nama umum bagi paku air dari genus Salvinia. Tumbuhan ini biasa ditemukan mengapung di air menggenang, seperti kolam, sawah dan danau, atau di sungai yang mengalir tenang.

Kiambang memiliki dua tipe daun yang sangat berbeda. Daun yang tumbuh di permukaan air berbentuk cuping agak melingkar, berklorofil sehingga berwarna hijau, dan permukaannya ditutupi rambut berwarna putih agak transparan. 

Rambut-rambut ini mencegah daun menjadi basah dan juga membantu kiambang mengapung. Daun tipe kedua tumbuh di dalam air berbentuk sangat mirip akar, tidak berklorofil dan berfungsi menangkap hara dari air seperti akar. 

Orang awam menganggap ini adalah akar kiambang. Kiambang sendiri akarnya (dalam pengertian anatomi) tereduksi. Kiambang tidak menghasilkan bunga karena masuk golongan paku-pakuan.

Sebagaimana paku air (misalnya semanggi air dan azolla) lainnya, kiambang juga bersifat heterospor, memiliki dua tipe spora: makrospora yang akan tumbuh menjadi protalus betina dan mikrospora yang akan tumbuh menjadi protalus jantan.

Paku air ini tidak memiliki nilai ekonomi tinggi, kecuali sebagai sumber humus (karena tumbuhnya pesat dan orang mengumpulkannya untuk dijadikan pupuk), kadang-kadang dipakai sebagai bagian dari dekorasi dalam ruang, atau sebagai tanaman hias di kolam atau akuarium. Karena dapat tumbuh sangat rapat hingga menutupi permukaan sungai atau danau, muncul pepatah Melayu "biduk berlalu, kiambang bertaut", yang berarti setelah gangguan berlalu, keadaan akan kembali seperti semula.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0