Ini Alasan PDIP Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Menurut Djarot upaya tersebut hanya akan menganggu kinerja presiden
Ini Alasan PDIP Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
Djarot Saiful Hidayat. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak setuju dengan wacana perpanjangan masa jabatan presiden. Sebab hal itu dinilai justru membuat kinerja presiden terganggu. 

Baca juga: PSI Usul Masa Jabatan Presiden 7 Tahun, Untungnya? 

"Penambahan masa jabatan presiden itu wacana yang menurut saya tidak produktif dan tidak bagus ya, kalau menurut saya tetap saja (lima tahun)," ujar Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). 

PDIP, kata dia, sudah sepakat hasil rekomendasi MPR periode 2014-2019 soal amandemen UUD 1945. Amandemen, menurutnya hanya dilakukan terbatas guna mengkaji untuk menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

"Amandemen terbatas itu hanya sebatas untuk menghadirkan pokok-pokok haluan negara, tidak melebar kemana-mana," tuturnya. 

Djarot mengaku ia diberi tanggung jawab sebagai Ketua Badan Pengkajian MPR, yang salah satu tugasnya mendalami hasil rekomendasi MPR periode 2014-2019. 

"Bayangan kita bagaimana Indonesia sampai 100 tahun ke depan, semacam kita bikin roadmap Indonesia dalam 100 tahun ke depan akan seperti apa," jelasnya.

Menurut Djarot roadmap ini penting, mengingat negara maju seperti Singapura dan Cina sudah lebih dulu memiliki. 

"Saya ditanya apakah negara lain sudah ada yang punya? Setahu saya, Singapura dan Cina punya (roadmap), (termasuk) tata geografis geopolitik, harus dihitung semuanya sehingga bisa memperhitungkan Indonesia 100 tahun kedepan seperti apa," tandas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0