Gegara Ungkap Anggaran Janggal APBD DKI 2020, PSI Dikirimi Karangan Bunga  :: Nusantaratv.com

Gegara Ungkap Anggaran Janggal APBD DKI 2020, PSI Dikirimi Karangan Bunga 

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI William Aditya Sarana berhasil mengungkap anggaran janggal dalam KUA PPAS di rancangan APBD 2020 Jakarta. Dukungan dalam bentuk karangan bunga pun mengalir kepadanya dan PSI.
Gegara Ungkap Anggaran Janggal APBD DKI 2020, PSI Dikirimi Karangan Bunga 
Karangan bunga bentuk dukungan untuk PSI

Jakarta, Nusantaratv.com - Saat ini dukungan publik banyak dituangkan dalam bentuk karangan bunga. Begitu juga ketika anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana berhasil mengungkap anggaran janggal dalam KUA PPAS di rancangan APBD 2020 Jakarta, dia mendapat dukungan dalam bentuk karangan bunga dari sejumlah elemen masyarakat.

Hal tersebut dapat disaksikan dalam papan ucapan bunga yang telah berjejer di depan Gedung DPRD DKI di Kebon Sirih Jakarta Pusat, Senin pagi, 4 November 2019.

BACA JUGA: Ditegur Senior, William: “Transparansi Harga Mati!”

Dalam karangan bunga tersebut dituliskan sejumlah ucapan terimakasih dan dukukungan kepada PSI, seperti ucapan dari Sahabat PSI yang meminta PSI untuk terus mengawal proses perencanaan anggaran DKI.

"Bro & sis PSI tetap semangat terus mengawal proses penganggaran Jakarta yang harus transparan."

Selain itu juga ada pujian kepada Fraksi PSI yang telah membuka anggaran janggal pembelian lem senilai Rp 82 miliar. "Hey PSI Anak Baru! Biar Lem Jadi Perekat Suara Rakyat. Akan Kami Catat dengan Bolpen Emas."

Fraksi PSI menjadi sorotan setelah salah satu anggota fraksinya William Aditya Sarana membeberkan temuan anggaran janggal di KUA PPAS DKI 2020 seperti lem senilai Rp 82 miliar lalu ballpoint sebesar Rp 124 miliar.

BACA JUGA: Banyak Kejanggalan Anggaran, PSI: Anies Jangan Buang Badan ke Anak Buah!

Dalam rapat komisi A Wiliam pun mendapat teguran dari Wakil Ketua Komisi A Inggard Joshua yang berasal dari Fraksi Gerindra.

"Sebagai anggota dewan kita perlu punya rasa harga diri dan punya tata krama dalam rangka menyampaikan aspirasi," katanya.

Inggard menilai William seharusnya tak boleh berkoar-koar kepada masyarakat sebelum anggaran tersebut dibahas oleh DPR bersama pemerintah.

Secata terpisah William menyatakan dirinya membuka anggaran tersebut karena Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Anies menyembunyikan rancangan anggaran yang seharusnya bisa diakses oleh publik.

Hal itu, menurut dia, menutup ruang partisipasi dalam mengawasai uang rakyat. “Kenapa (anggaran) disembunyikan? Beri ruang anggota DPRD mengkritisi. Beri ruang publik berpartisipasi,” kata William soal anggaran janggal tersebut, seperti dikutip Tempo.co.
 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0