Fraksi PDI Perjuangan DPR Dukung Pembahasan RUU Sistem Pendidikan Kedokteran :: Nusantaratv.com

Fraksi PDI Perjuangan DPR Dukung Pembahasan RUU Sistem Pendidikan Kedokteran

Dengan RUU ini hak sehat masyarakat dinilai bisa lebih terjamin
Fraksi PDI Perjuangan DPR Dukung Pembahasan RUU Sistem Pendidikan Kedokteran
Sondang Tampubolon (kanan) saat mewakili Fraksi PDI Perjuangan DPR RI. (Wira Ginting)

Jakarta, Nusantaratv.com - Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI menyetujui harmonisasi Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Kedokteran, dibahas di tingkat lebih lanjut. Sikap ini dibacakan oleh anggota DPR Fraksi PDIP Sondang Tiar Debora Tampubolon, dalam rapat pleno Badan Legislasi (Baleg) DPR RI secara fisik dan virtual, Jakarta, Senin (11/5/2020). 

Baca juga: Gara-gara Keluarga Pasien Corona Tak Jujur, 53 Tenaga Medis RSUP Sardjito Diisolasi 

"Maka Fraksi PDI Perjuangan DPR RI menyatakan sikap: menyetujui, Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Kedokteran untuk dibahas pada tingkat lebih lanjut," ujar Sondang. 

Menurut Fraksi PDIP, sistem pendidikan kedokteran merupakan inti dari tersedianya tenaga dokter yang berkualitas. Karena itu, sistem pendidikannya harus dilihat secara komprehensif guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan tenaga dokter dan pemenuhan tenaga dokter melalui pendidikan kedokteran. 

"Dokter adalah tenaga strategis yang berperan dalam menjamin terpenuhinya hak-hak rakyat untuk sehat," kata Sondang mengutip sikap Fraksi PDIP. 

Pendidikan kedokteran, menurut PDIP harus dilaksanakan secara sistematis dan terjangkau. Tujuannya agar menumbuhkembangkan penguasaan, pemanfaatan, penelitian serta pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di bidang kedokteran, serta memenuhi ketersediaan dokter dan dokter gigi profesional. 

Dalam dukungannya, Fraksi PDIP memberikan tiga catatan mengenai RUU Sistem Pendidikan Kedokteran. 

Pertama, pengembangan riset dan teknologi dalam pendidikan kedokteran harus terus dilaksanakan agar terus menghasilkan sumber daya manusia (SDM) kedokteran yang berkualitas tinggi dan mampu bersaing di kancah internasional, dan dapat memenuhi kebutuhan kesehatan bangsa. 

Kedua, RUU Sistem Pendidikan Kedokteran bukan hanya berorientasi soal pendidikan seseorang menjadi dokter, namun harus menjadi penguatan terhadap sistem pendidikan nasional, sistem kesehatan nasional, dan sistem ketahanan nasional. 

"Ketiga, sistem pendidikan kedokteran harus menjamin terwujudnya SDM kedokteran yang memiliki sikap patriotik, nasionalis, pancasilais, dan melaksanakan tugas di bidang kesehatan untuk mengabdi kepada kepentingan bangsa dan negara," jelas Sondang. 

Total delapan dari sembilan fraksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang menyetujui harmonisasi RUU Pendidikan Kedokteran, sehingga dibahas di tingkat satu. 

Sementara, Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas, mengungkapkan pimpinan Baleg sesungguhnya berharap keputusan mengenai RUU Pendidikan Kedokteran dapat diambil dalam rapat paripurna Selasa (12/5/2020) hari ini. Tapi berhubung waktunya tak mencukupi, rencana itu urung dilakukan.

"Sebenarnya kami harap dapat masuk dalam usulan rapat paripurna besok (Selasa) namun waktunya tidak cukup karena rapat Badan Musyawarah sudah selesai. Karena itu dalam waktu singkat untuk diusulkan (dalam rapat paripurna mendatang)," ujar Supratman. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0