Dewan Pembina Gerindra Tolak Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi :: Nusantaratv.com

Dewan Pembina Gerindra Tolak Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi

Anggota Dewan Pembina Gerindra tolak rekonsiliasi Prabowo-Jokowi, dan ingin partainya jadi oposisi
Dewan Pembina Gerindra Tolak Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi
Jokowi dan Prabowo Subianto berpelukan

Jakarta, Nusantaratv.com -Anggota Dewan Pembina Gerindra Maher Algadri menolak upaya rekonsiliasi capres-cawapres Prabowo-Sandi dengan Jokowi-Ma'ruf Amin pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, kata dia Prabowo tak perlu berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf nanti.

"Kalau saya bilang jangan, proses demokrasi itu adalah pemilihan. Jadi yang kalah biar tetap kalah, yang menang, menang," ujar Maher di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kamis (27/6/2019).

Maher menjelaskan jika demokrasi membutuhkan oposisi. Harus ada pihak yang mengawasi serta mengritik apabila terdapat kekeliruan dalam penyelenggaraan pemerintah.

"Biar yang kalah di luar menjadi oposisi, kalau enggak bukan demokrasi. Masa semua pada kongkow-kongkow. Jangan, yang sehat dong," tuturnya.

Maher menilai, Prabowo mampu menjadi oposisi yang kuat. Ini mengacu total suara yang diperoleh Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, yakni sekitar 45 persen. Dengan jumlah pemilih yang begitu besar, menurut dia Prabowo serta Gerindra bisa menjadi oposisi yang tak main-main.

"Besar sekali, makanya, ini kan bukan masalah Prabowo atau apa, ini masalah 45 persen itu 70 juta lebih. Harus dihargai. Demokrasi harus selalu ada check and balance, jadi yang kuasa dikontrol oleh oposisi," papar dia.

Kendati begitu, Maher mengakui di internal Gerindra ada yang berharap menjadi bagian dari pemerintahan Jokowi-Maruf, ada pula yang menolak. Ia tak mau larut dengan kondisi itu, karena dirinya menganggap hal tersebut biasa dalam berorganisasi.

Walau demikian, Maher membantah Gerindra mendapat tawaran resmi untuk menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Ia juga menepis kabar Gerindra atau Prabowo meminta posisi atau jabatan tertentu. 

Terkait agenda pertemuan Prabowo dan Jokowi yang masih belum jelas, Maher enggan menanggapi lebih lanjut. Ia hanya memastikan jika Prabowo dan Jokowi berkawan baik satu sama lain, sehingga pertemuan keduanya bukan hal mustahil.

"Enggak ada problem dua-duanya, sering ketemu kok. Jadi kalau you bicara ketemu, enggak ada masalah," tandas Maher. (Rizk)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0