COVID-19 Pandemi Global, Legislator Ini Tekankan Pentingnya 'Social Distancing' Bagi Kaum Milenial :: Nusantaratv.com

COVID-19 Pandemi Global, Legislator Ini Tekankan Pentingnya 'Social Distancing' Bagi Kaum Milenial

Legislator Ini Menekankan Social Distancing Sangat Penting Bagi Kaum Milenial Di Tengah Wabah COVID-19.
COVID-19 Pandemi Global, Legislator Ini Tekankan Pentingnya 'Social Distancing' Bagi Kaum Milenial
Anggota Komisi VII DPR RI, Dyah Roro Esti Widya Putri. (Jaka/Man/dpr.go.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Dyah Roro Esti Widya Putri, Anggota Komisi VII DPR RI, menilai virus corona (COVID-19) telah menjadi global pandemic. Sehingga sangat penting melakukan social distancing atau work from home (WFH). Tak terkecuali juga harus dilakukan kaum milenial, guna memperlambat proses penularan virus corona.

Corona (COVID-19) sudah menjadi global pandemic, berdasarkan laporan WHO pada hari Selasa (17/3/2020) sudah 165 negara yang merasakan keresahan akibat virus ini. Gotong royong tidak hanya menjadi tugas pemerintah dan jajarannya, melainkan juga seluruh masyarakat Indonesia - kata Esti, sapaan akrabnya, dalam siaran persnya, Kamis (19/3/2020).

Perempuan kelahiran Jakarta, 26 tahun silam itu, menjelaskan bahwa yang perlu dilakukan masyarakat adalah dengan mematuhi dan mengikuti arahan yang telah diberikan oleh pemerintah.

Salah satunya dengan social distancing atau work from home sangat penting untuk memperlambat proses penularan virus corona. Sehingga kapasitas rumah sakit dan tenaga medis yang menangani kasus ini cukup dan penangannya bisa optimal - lanjutnya.

Baca Juga: Teror Virus Corona, Puan Maharani Dukung Isolasi Terbatas dan Karantina Wilayah 

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menekankan social distancing juga sangat penting bagi kaum milenial. Karena virus corona ini bersifat asymptomatic (tidak menunjukkan gejala), sehingga pada sebagian besar milenial justru berbahaya karena tidak terdeteksi.

Dengan begitu, diharapkan kaum milenial untuk sadar dan waspada jika dirinya juga berpotensi sebagai pembawa virus. Berdasarkan data kasus COVID-19 di Korea Selatan (Korsel), di mana tes virus corona dilakukan kepada seluruh warganya, menunjukkan 29,9 persen (paling banyak) yang positif corona adalah dari kalangan umur 20-29 tahun, dan mereka tidak merasakan gejala apa-apa.

Kendati demikian, legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur X ini menghimbau agar masyarakat tidak panik, tapi tetap proaktif apabila merasa memiliki gejala-gejala COVID-19 ini.

Dia menyarankan masyarakat sebaiknya segera menghubungi layanan kesehatan yang diberikan pemerintah dan melakukan isolasi, bukan langsung mendatangi rumah sakit. Karena, menurutnya, bisa menimbulkan kepanikan dan apabila memang benar positif bisa menularkan kepada orang lain saat perjalanan menuju rumah sakit. 

Selain itu tentunya juga dengan membudayakan hidup sehat, meningkatkan tingkat higienitas dengan rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan - terang Esti.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0