Buya Syafii: Kalau Tak Ada Jalan Lain, Keluarkan Perppu KPK :: Nusantaratv.com

Buya Syafii: Kalau Tak Ada Jalan Lain, Keluarkan Perppu KPK

Buya Syafii meminta jangan ada kesan KPK dilemahkan
Buya Syafii: Kalau Tak Ada Jalan Lain, Keluarkan Perppu KPK
Buya Syafii Maarif

Jakarta, Nusantaratv.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafi'i Maarif, mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk membatalkan Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hasil revisi. Karena, UU KPK hasil revisi memicu penolakan besar-besaran dari mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya, hingga turun ke jalan. 

"Ya kalau memang ndak ada jalan lain, keluarkan saja Perppu itu. Kalau tidak ada jalan lain ya," kata Buya Syafi'i, sapaan akrabnya, Kamis (26/9/2019).

Buya Syafii menilai, revisi UU KPK terlalu tergesa-gesa dan tak mendengarkan aspirasi publik. Sehingga wajar mendapat penolakan besar-besaran.

Menurut dia, seharusnya pemerintah dan DPR peka terhadap kegelisahan masyarakat atas revisi UU KPK.

Ia mengakui revisi UU KPK bukan hal tabu, namun revisi yang dilakukan pemerintah dan DPR ternyata melemahkan KPK.

Kondisi ini terlihat dari pengebirian kewenangan KPK melalui pembentukan Dewan Pengawas KPK.

"Saya sendiri sesungguhnya, saya tidak anti revisi itu. Sebab kan orang-orang KPK kan bukan orang suci ya. Tapi ini lembaga antirasuah ini harus dipertahankan. Jangan terkesan ada revisi untuk melemahkan," tutur Buya Syafii. 

"Dan ini kan timing-nya tidak tepat. KPK tidak diajak berunding. Orang enggak tahu. Jadi ini yang menyebabkan kecurigaan bertambah tebal. Tersumbat komunikasinya. Sangat merugikan kita, bangsa dan negara rugi karena ini," imbuh dia. 

Gelombang demonstrasi yang dipimpin mahasiswa untuk menolak pengesahan UU KPK, RKUHP dan aturan hukum lainnya, terjadi di sejumlah kota di Indonesia beberapa hari terakhir ini. Aksi unjuk rasa bahkan berlangsung ricuh, hingga menyebabkan kedua pihak luka-luka dan fasilitas umum dirusak. Bahkan, dua orang tewas, salah satunya mahasiswa di Sulawesi Tenggara yang diduga terkena tembakan petugas.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0