Aznil Tan Serang Moeldoko, Relawan: Sangat Memalukan :: Nusantaratv.com

Aznil Tan Serang Moeldoko, Relawan: Sangat Memalukan

Menurut Teddy tuduhan Aznil ke Moeldoko cenderung hoaks
Aznil Tan Serang Moeldoko, Relawan: Sangat Memalukan
Teddy Syamsuri (kiri).

Jakarta, Nusantaratv.com - Aktivis '98 Aznil Tan menuding Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terlibat kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Moeldoko juga dituduh dalam sejumlah persoalan. Aznil pun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Moeldoko dari jabatannya.

Baca juga: Moeldoko Tarik Eks Seskab Jadi Penasihat 

Menurut pimpinan relawan Jokowi-Maruf Amin Menang Total (Join Metal), Teddy Syamsuri, pernyataan Aznil sebagai wujud kekecewaannya yang tak diberi jabatan oleh mantan Panglima TNI.

"Serangan itu disebarkan di medsos (media sosial) oleh Aznil Tan setelah Aznil Tan gagal menjadi Tenaga Ahli Utama KSP," ujar Teddy.

Pernyataan Aznil juga dianggap memalukan dan dinilai tak bisa dipertanggungjawabkan.

"Itu nyanyian sumbang, sangat memalukan, naif dan provokatif, beraroma sakit hati dan dendam kesumat, sehingga yang keluar adalah sumpah serapah dan hasutan. Diksi-diksi yang digunakannya mirip seperti pertarungan hoaks, ujaran kebencian, fitnah, hujatan dan hasutan seperti ketika masa kampanye Pilpres 2019 yang lalu," jelasnya.

Teddy percaya Jokowi tak sembarangan saat memilih anak buahnya di pemerintahan periode kedua, termasuk Moeldoko.

Adapun dalam tuduhan keterlibatan Moeldoko di kasus dugaan korupsi Jiwasraya, kata Teddy, Aznil menyebut hal itu dilakukan guna kepentingan Pilpres.

"Artinya Aznil Tan menuduh bahwa sebagian dana kampanye 01 (pasangan Jokowi-Maruf Amin) berasal dari Jiwasraya, karena Moeldoko ketika itu posisinya sebagai Wakil Ketua TKN," tuturnya.

"Ini sesuatu yang diharamkan oleh Jokowi, dan Moeldoko pasti tak akan berbuat sebaliknya, Pada kenyataannya Kejagung sudah menetapkan lima tersangka, dan tidak ada nama Moeldoko," imbuh Teddy.

Aznil juga mempersoalkan Moeldoko yang mengangkat mantan lawan politik Jokowi sebagai tenaga ahli dan penasihat. Padahal, kata Teddy keputusan serupa diambil Jokowi.

Aznil turut menyebut gaji penasihat yang mencapai Rp 50 juta. Padahal, menurut Teddy, Aznil tahu bahwa penasihat tidak masuk dalam nomenklatur, sehingga gaji mereka disebut tak bisa diberikan. Apalagi, kata dia, pundi-pundi uang para penasihat diperkirakan sudah miliaran bahkan triliunan rupiah.

"Kalau mereka menerima gaji Rp 50 juta, apakah logis? Itu pasti merendahkan kelas dan martabat," ucap Teddy.

Teddy menilai, pengangkatan penasihat bersifat personal karena kebutuhan bahwa Moeldoko memerlukan sumbangsih pemikiran. Sementara para ahli, bertugas menyukseskan tugas-tugas pensiunan jenderal bintang empat itu yang kompleks.

Selain dipandang Teddy menyebar hoaks, sosok Aznil juga dipertanyakan sebagai pendukung Jokowi.

Teddy mengklaim, pihaknya dan kelompok relawan lainnya bersyukur Aznil tak dipilih Moeldoko. Sebab jika diberi jabatan, ia meyakini Istana Kepresidenan akan rusak akibat tingkahnya.

Aznil juga dianggap tak selevel dengan Tenaga Ahli Utama KSP seperti Ali Mochtar Ngabalin maupun mantan Juru Bicara Presiden, Johan Budi. Ia juga dirasa tak seperti aktivis '98 lainnya, yang mendukung Jokowi tanpa pamrih.

Lebih lanjut, Teddy meyakini Jokowi pun tak suka dengan apa yang dilakukan Aznil belakangan ini.

"Aznil Tan mengaku aktivis '98, tapi beda jauh karakter dengan Adian Napitupulu dan lain-lain yang dukung Jokowi tanpa reserve. Karena bukan untuk Jokowi pribadi, tapi untuk NKRI dan untuk rakyat Indonesia. Fakta Adian yang dipanggil langsung dan ditawari posisi oleh Presiden Jokowi, tapi dia menolak dengan elegan, itulah kepribadian relawan sejati," paparnya.

"Relawan sangat yakin pasti Pak Jokowi juga tidak suka dengan kegaduhan seperti yang dibuat Aznil Tan," lanjut Teddy.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
1
angry
0
sad
0
wow
0