Per Rabu (25/3) Tercatat 790 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia :: Nusantaratv.com

Per Rabu (25/3) Tercatat 790 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia

Dalam 23 hari, pasien positif terpapar virus Covid-19 hingga Rabu (25/3/2020) telah mencapai 790 orang.
Per Rabu (25/3) Tercatat 790 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia
Pasien positif virus covid-19./kompas.tv

Nusantaratv.com - Sejak ditemukannya kasus virus corona baru atau Covid-19 yang diumumkan pemerintah lewat pidato Presiden Joko Widodo pada 23 hari yang lalu, pasien positif terpapar virus Covid-19 hingga Rabu (25/3/2020) telah mencapai 790 orang. 

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, pada konferensi persnya, Rabu (25/3), hari ini. 

“Sekarang tambah 105 kasus,” ujar Yuri di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu sore. “Sehingga total ada 790 kasus.”

Sebagai pengingat, pada Selasa kemarin, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia adalah 686 orang. “Karena kemarin ada satu pasien yang tercatat di rumah sakit,” beber Yuri.

Lebih lanjut, Yuri menyatakan ada 3 pasien positif lagi yang mengembuskan napas terakhirnya pada rentang 24 jam terakhir, terhitung sejak Selasa pukul 12.00 WIB sampai Rabu pukul 12.00 WIB. Kendati demikian, ada 1 pasien yang dinyatakan sembuh sehingga total 30 kasus berakhir dengan kesembuhan total.

Baca Juga: Covid-19 Meluas, Anggota DPR Minta Pemerintah Liburkan Buruh

Per hari ini, total ada 58 pasien yang dinyatakan meninggal dunia akibat terjangkit COVID-19. Angka ini dianggap cukup tinggi, karena Singapura yang sudah lebih dahulu berjibaku dengan pasien positif COVID-19 tetapi banyak pasien yang tidak berakhir dengan kematian.

Meski kasus pasien positif covid-19 meningkat, namun angka kematian akibat virus ini mengalami penurunan, seperti dilansir dari laman covid19.go.id milik pemerintah.

Bila sebelumnya mencapai 8 persen lebih, per hari ini presentasenya menurun menjadi 7,3 persen dari total pasien terkonfirmasi positif.

Sebelumnya Achmad Yurianto juga pernah menyatakan bahwa presentase kematian pasien COVID-19 di Indonesia memang tinggi, tetapi akan bergerak dinamis. Dengan demikian tingkat kematiannya bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Sumber: wowkeren.com

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
1
wow
0