Ngeri! Jakarta Hingga Surabaya Diprediksi Akan Tenggelam Pada 2050 :: Nusantaratv.com

Ngeri! Jakarta Hingga Surabaya Diprediksi Akan Tenggelam Pada 2050

Kota Selain Jakarta yang Mengalami Ancaman Tenggelam Pada 2050 Adalah Semarang dan Surabaya.
Ngeri! Jakarta Hingga Surabaya Diprediksi Akan Tenggelam Pada 2050
Ilustrasi Jakarta tenggelam. (Riau Online)

Jakarta, Nusantaratv.com - Wilayah Indonesia di antaranya Jakarta, Aceh hingga Surabaya diprediksi akan tenggelam pada 2050. Pemicunya adalah suhu global dan permukaan laut yang terus meningkat setiap tahun, sehingga mengakibatkan kota-kota yang memiliki pantai mengalami banjir yang sangat dahsyat.

Sementara itu akibat tenggelam karena eksploitasi air tanah yang berlebihan hingga menciptakan perubahan tekanan dan volume yang menyebabkan daratan tenggelam.

Melansir World Economic Forum, Jakarta menjadi kota yang paling berpotensi tenggelam. Permukaan tanah Jakarta disebut menurun hingga 6,7 inci per tahun karena pemompaan air tanah yang berlebihan. Sebagian besar kota Jakarta diprediksi tenggelam pada 2050.

Mengutip CNN Indonesia, Jumat (28/2/2020), tak hanya tiga wilayah di Indonesia, sepuluh kota lain yang akan tenggelam yakni Lagos, Houston, Dhaka, Venice, Virginia Beach, Bangkok, New Orleans, Rotterdam, Alexandria, dan Miami.

Sementara itu, Arisyah Nasution, Juru Kampanye laut Greenpeace, mengatakan pada umumnya kota-kota pesisir di Indonesia terancam kehilangan sejumlah daratan di wilayah pesisirnya secara permanen pada dua hingga tiga dekade mendatang.

Menurut Arisyah, terdapat empat faktor yang mempengaruhi wilayah pesisir seperti Jakarta akan tenggelam atau kehilangan sejumlah daratannya. Pertama, dia menyebut Jakarta dan kawasan pesisir akan tenggelam karena penurunan muka tanah (land subsidence).

Sedangkan yang kedua, ungkap Arisyah, perusakan ekosistem penting alami di pesisir laut terutama mangrove, terumbu karang, dan padang lamun (marine ecosystems destruction).

Baca Juga: Ada Badai Tropis 'Ferdinand', Waspada Cuaca Ekstrem Pada 25 Februari-2 Maret 2020

Naiknya muka air laut dan pembangunan di kawasan pesisir yang tidak berkelanjutan, misalnya reklamasi juga menjadi dua penyebab lain yang membuat Jakarta dan sejumlah kawasan pesisir tenggelam - ujar Arisyah.

Ditambahkannya, kota selain Jakarta yang mengalami ancaman tenggelam pada 2050 adalah Semarang (Jawa Tengah) dan Surabaya (Jawa Timur). Pada umumnya, jelas dia, beberapa kota yang berada di Pantai Utara Jawa juga menghadapi ancaman serupa, seperti halnya Tegal dan Pekalongan.

Kota lainnya di luar Pulau Jawa yang mengalami ancaman serupa adalah Banda Aceh. Baru-baru ini (Januari 2020), hasil riset yang dilakukan oleh TDMRC Unsyiah kembali menguatkan prediksi bahwa tiga persen dari wilayah Banda Aceh juga akan tenggelam permanen di 2050 - imbuhnya.

Lebih lanjut, dia menyebut Indonesia juga saat ini secara umum menghadapi ancaman kehilangan sejumlah pulau-pulau kecilnya yang diperkirakan sekitar 2 ribu kilometer persegi.

Baca Juga: Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Tak Datang Rapat Soal Banjir, DPR: Tak Punya Hati

Berdasarkan data KKP tahun 2019, dia berkata sekitar 2.000 pulau kecil di Indonesia akan lenyap di tahun 2030 - cetusnya.

Pemerintah Indonesia dan pihak terkait, tegas Arisyah, perlu melakukan pengkajian ulang dan menaati rencana tata ruang termasuk di kawasan pesisir yang mempertimbangkan pemulihan kualitas lingkungan hidup, pelestarian ekosistem, dan pengurangan risiko bencana.

Hal itu dinilai perlu untuk mengurangi dampak kerugian ekonomi dan sosial akibat tenggelamnya sebuah kota, perubahan iklim dan perusakan lingkungan.

Jakarta dan kota-kota pesisir lainnya di Indonesia akan semakin cepat 'tenggelam' jika tidak ada upaya yang sungguh-sungguh menjalankan pengendalian pembangunan berdasarkan rencana tata ruang yang mempertimbangkan daya dukung lingkungan - tukas Arisyah.

 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0