Mengenal Totok Santosa, Raja Agung Sejagat :: Nusantaratv.com

Mengenal Totok Santosa, Raja Agung Sejagat

Raja Totok Santoso Hadiningrat dan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja sebagai raja dan ratu Kerajaan Agung Sejagat (KAS).
Mengenal Totok Santosa, Raja Agung Sejagat
Totok Santosa, Raja Keraton Agung Sejagat (KAS)./Twitter @aritsantoso 2020 Merdeka.com

Nusantaratv.com - Awal tahun 2020 ini banyak bermunculan hal-hal yang membuat kita semua harus mengernyitkan dahi. Dimulai dengan banjir yang melanda di beberapa daerah, terbunuhnya Jenderal Iran, lalu pelanggaran kapal laut China yang memasuki wilayah Natuna. Terbaru publik dihebohkan dengan munculnya Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah.

Keraton atau kerajaan yang bernama Keraton Agung Sejagat ini dipimpin oleh sepasang suami istri yakni Raja Totok Santoso Hadiningrat dan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja. Sontak saja kemunculan kerajaan ini menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Terlebih sejak foto-foto kirab budaya serata Wilujengan mencuat ke permukaan.

Siapa Totok Santosa, Raja Keraton Agung Sejagat ini? Penasaran? Yuk simak ulasan informasi yang berhasil terangkum berikut ini:

Baca Juga: Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Ditangkap Polisi

Sosok Pemimpin Keraton Agung Sejagat

Rupanya bukan kali ini saja, Raja Totok sukses menghebohkan publik. Pada tahun 2016 lalu, pria pemilik nama Sinuhun ini juga pernah menjanjikan sejumlah uang setiap bulannya. Tidak tanggung-tanggung, uang yang dijanjikan hingga bernilai ratusan juta dolar Amerika Serikat. Diketahui, uang itu akan diberikan melalui sebuah organisasi bernama Jogjakarta Development Committee (JOGJA-DEC).

Twitter @aritsantoso 2020 Merdeka.com

Pimpinan Keraton Agung Sejagat ini menyatakan ada dana kemanusiaan dalam bentuk USD dengan nilai tak terhingga. Dia juga mengklaim uang tersebut masih tersimpan di Esa Monetary Fund (EMF), salah satu bank negara Swiss. Menariknya, uang itu nantinya akan diberikan pada masyarakat masing-masing USD50 juta hingga USD200 juta sebulan dan ditambah USD100 ribu.

“Uang ini merupakan hak bagi bangsa Indonesia. Namun untuk memperoleh uang tersebut harus memiliki register dan nomor keanggotaan di JOGJA-DEC. Nanti bisa dikirim tiap bulan lewat ATM atau lewat koperasi,” kata Totok seperti dikutip Liputan6.com, Selasa (14/1).

 

Ada Singgasana Bak Kerajaan Sungguhan

Tak hanya itu saja, Keraton Agung Sejagat juga memiliki singgasana bak kerajaan pada umumnya. Tentu saja, singgasana tersebut hanya diduduki oleh Raja Totok Santosa dan Kanjeng Ratu. 

Twitter @aritsantoso 2020 Merdeka.com

Dilansir akun Twitter aritsantoso, tampak singgasana pemimpin Keraton Agung Sejagat itu berwarna dipenuhi oleh warna merah dan hitam. Selain itu, sejumlah ornamen berwarna emas menghiasi ruangan Keraton Agung Sejagat.

 

Mengaku Bukan Aliran Sesat

Sejak viral di media sosial, masyarakat banyak yang menyebutnya sebagai organisasi aliran sesat. Mengetahui hal itu, penasihat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat buka suara. Menurutnya, keraton kerajaan yang berada di Purwokerto ini bukanlah organisasi aliran sesat. Dia juga menambahkan bila Keraton Agung Sejagat adalah kerajaan yang muncul karena sebuah perjanjian 500 tahun lalu telah berakhir.

Twitter @aritsantoso 2020 Merdeka.com

Lebih lanjut, penasihat Keraton mengatakan perjanjian itu mulai terhitung sejak Kemaharajaan Nusantara mulai menghilang. Lebih tepatnya pada imperium Majapahit pada 1518 sampai 2018. Dengan berakhirnya perjanjian, maka berakhir pula dominasi kekuasaan barat mengontrol dunia. 

“Kekuasaan tertinggi pun harus dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus dari Medang Majapahit, yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra.” kata Resi Joyodiningrat.

Baca Juga: Muncul Keraton Agung Sejagat di Purworejo

Miliki Ratusan Pengikut

Keraton Agung Sejagat pertama kali menjadi sorotan publik sejak video kirab budaya yang dilakukannya tersebar luas. Dengan menaiki kuda, Raja Totok dan Kanjeng Ratu tampak menyusuri sepanjang jalan. Bukan itu saja yang berhasil mencuri perhatian publik. 

Twitter @aritsantoso 2020 Merdeka.com

Diketahui jumlah pengikut Keraton Agung Sejagat ditaksir mencapai 450 orang, terbilang cukup besar untuk sebuah organisasi baru. Bahkan, dilansir dari Twitter arisantoso, sebagian besar pengikut Raja Totok bukanlah orang asli Purworejo. Dia menyebutkan hanya dua orang saja yang turut serta dalam prosesi kirab tersebut.

Sumber: merdeka.com

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
3
sad
0
wow
0