Kemlu Berikan Perlindungan Terhadap ABK WNI di Kapal Chad 3 :: Nusantaratv.com

Kemlu Berikan Perlindungan Terhadap ABK WNI di Kapal Chad 3

Kedua Awak Kapal Tersebut Berasal dari Kapal Ikan Milik Xianggang Xinhai Shipping Co. Ltd.
Kemlu Berikan Perlindungan Terhadap ABK WNI di Kapal Chad 3
ABK asal Indonesia yang dilempar ke laut. (Tribunnews)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI), Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI) dan KJRI Karachi telah menangani pelindungan dua awak kapal ikan WNI (warga negara Indonesia) atas nama Ha dan ES berdasarkan pengaduan yang diterima BP2MI pada 14 Mei 2020. 

Seperti dilansir dari laman kemlu.go.id, Sabtu (23/5/2020), kedua awak kapal tersebut berasal dari kapal ikan milik Xianggang Xinhai Shipping Co. Ltd. Dikarenakan Ha mengalami sakit hernia dan ES mengalami kecelakaan kerja, keduanya dipindahkan ke kapal Chad 3 milik perusahaan Pakistan di sekitar perairan Somalia.

Saat tiba di Pelabuhan Karachi Pakistan, KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) Karachi telah menghubungi kedua awak kapal WNI tersebut. Dokter telah memeriksa kondisi keduanya di atas kapal, sementara KJRI berkoordinasi dengan otoritas setempat agar keduanya dapat turun ke darat melalui mekanisme visa on arrival mengingat Pakistan saat ini masih dalam status lockdown (penguncian) virus corona (COVID-19).

Baca Juga: Belasan ABK Indonesia di Iran Berhasil Dikeluarkan dari Tahanan

Pada Jumat (22/5/2020), kondisi ES mengkhawatirkan dan Pejabat Fungsi Konsuler KJRI Karachi berkoordinasi dengan otoritas setempat segera menjemput dan membawa ES ke RS setempat. Namun pada 22 Mei 2020 sekitar pukul 22.00 WS, ES dinyatakan meninggal dunia di RS Zaenuddin Karachi.

Kemlu RI langsung menghubungi keluarga ES di Indonesia dan menyampaikan bela sungkawa serta penjelasaan dan rencana lanjut sehubungan proses pemulangan jenazah.

Ha dan ES diberangkatkan oleh PT MTB yang dua pimpinannya telah ditetapkan Polda Jawa Tengah (Jateng) sebagai tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang yang menimpa Alm. H yang jenazahnya dilarung di perairan Somalia. PT MTB tidak memiliki ijin penempatan awak kapal baik dari Kemenhub (Kementerian Perhubungan) maupun Kemenaker (Kementerian Tenaga Kerja).

Kemlu, KJRI Karachi, BP2MI, Polri dan Kementerian/Lembaga terkait akan menangani pemulangan jenazah ES sesuai permintaan keluarga, pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan almarhum dan penyelidikan lebih lanjut kasus ini.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0