Gara-gara Lari Pria Ini Ditembak Mati, Kok Bisa? :: Nusantaratv.com

Gara-gara Lari Pria Ini Ditembak Mati, Kok Bisa?

Petugas sempat memberikan peringatan, namun tak diindahkan
Gara-gara Lari Pria Ini Ditembak Mati, Kok Bisa?
Konferensi pers Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Jakarta, Nusantaratv.com - Pengedar sabu-sabu ditembak mati petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Penyebabnya, pelaku yang berinisial SP hendak melarikan diri saat dilakukan pengembangan. 

Awalnya, polisi menangkap SP dengan temannya SPT, Minggu (12/1/2020). Keduanya terciduk setelah polisi menggerebek kamar apartemen mereka di daerah Cawang, Jakarta Timur.

Baca juga: Peremas Payudara Emak-emak di Bekasi Kebanyakan Nonton Film Porno 

"Tanggal 12 Januari kemarin berhasil menangkap dua pelaku dengan barang bukti didapat sekitar 2,024 kg sabu-sabu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Polisi lalu melakukan pengembangan yang menyasar bandar bernama 'Bos', Senin (13/1/2020). Tapi rencana petugas gagal. 

Upaya penjebakan Bos kembali dilakukan, Selasa (14/1/2020). Tapi rencana polisi kembali tak membuahkan hasil. Bertepatan dengan itu, SP berupaya melarikan diri.

"Janjian lagi tanggal 14 Januari ketemu dengan alasan Bos-nya enggak bisa datang, tanggal 14 di TKP-nya sama. Kemudian SP itu minta kepada para penyidik tidak usah diborgol, hanya diawasi untuk ketemu si Bos. Pas ditunggu lama, Bos tidak datang, si SP malah lari," tutur Yusri.

Petugas sempat tembakan peringatan ke udara, namun tak diindahkan pelaku. Akhirnya polisi melumpuhkan SP dengan mengarahkan moncong senjata api ke arah tubuh pelaku, dan meletuskannya. 

Menurut Yusri, pelaku sempat dilarikan petugas ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong saat di perjalanan

"Kemudian dikejar dan dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan dua peringatan dan satu tembakan ke arah korban sehingga korban terkena dilarikan ke RS, SP saat dibawa ke RS Polri Kramat Jati meninggal dunia di perjalanan," jelas dia. 

Sementara polisi menahan SPT dan menjeratnya Pasal 114 dan Pasal 111 UU Nomor 35 Tahun 2011. Ia diancam hukuman 20 tahun penjara.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0