Fakta Unik, Raja Keraton Agung Sejagat Masih Nge-Kos :: Nusantaratv.com

Fakta Unik, Raja Keraton Agung Sejagat Masih Nge-Kos

Pasangan sejoli ‘Raja’ dan ‘Ratu’ Keraton Agung Sejagat ternyata bukan merupakan pasangan suami isteri.
Fakta Unik, Raja Keraton Agung Sejagat Masih Nge-Kos
Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Ameza Dahniel. Foto: Twitter/@poldajateng_

Nusantaratv.com - Pasangan sejoli ‘Raja’ dan ‘Ratu’ Keraton Agung Sejagat ternyata bukan merupakan pasangan suami isteri. Fanni Aminadia (41) ternyata bukan isteri dari Totok Santoso (42), demikian ujar Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Ameza Dahniel saat melakukan konferensi pers dengan wartawan.

“Ternyata semua simbol (Keraton Agung Sejagat) ini palsu, ini dipalsukan. Kemudian tempat tinggalnya, tersangka ini KTP-nya di Ancol, Jakarta Utara. Sedangkan yang diakui sebagai permaisuri, bukan istrinya, di Kalibata, Jakarta Selatan,” ujar Rycko kepada wartawan di Semarang, Rabu (15/1).

Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Ameza Dahniel. Foto: Twitter/@poldajateng_

Ternyata, kata Rycko, si raja itu tinggal di rumah kontrakan di Sleman, DIY.

“Ngekosnya di Yogyakarta. Keratonnya di Purworejo,” ujarnya.

Baca Juga: Sayangi Ginjal! Ini Kisaran Biaya Cuci Darah

Menurut Rycko, penyidik telah memiliki bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penangkapan terhadap mereka berdua dan menetapkan keduanya sebagai tersangka. Para tersangka, lanjut Rycko memiliki motif melakukan tipu daya dengan tujuan untuk menarik dana dari masyarakat. 

“Dengan simbol-simbol kerajaan, tawarkan harapan dengan ideologi, kehidupan akan berubah. Semua simbol itu palsu,” ujarnya.

Rycko berkata perbuatan tersangka tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo.

“Kepolisian telah bertindak cepat dan tegas untuk mencegah terjadinya korban yang lebih banyak,” katanya.

Baca Juga: Mau Razia LGBT, Wali Kota Depok Diminta Waria Belajar Medis Dulu

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Fitriana Sutisna mengatakan, Totok dan Fanni ternyata memungut uang dari 450 anggotanya yang mendaftar sebagai penggawa keraton.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Ameza Dahniel. Foto: Twitter/@poldajateng_

“Mereka diminta menyetor uang mulai Rp 3 juta, Rp 20 juta, sampai Rp 30 juta. Iming-imingnya, mereka bakal mendapat jabatan tinggi dalam kerajaan,” kata Fitriana.

Agar ratusan orang itu tergiur, Toto Santosa menjanjikan para pengikutnya bakal diberikan gaji dalam bentuk uang pecahan Dollar Amerika Serikat.

“Ini masuknya penipuan publik,” kata.

Akibatnya, Totok dan Fanni disangkakan melanggar UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Sumber: merahputih.com

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0