Direktur Pelaksana Bank Dunia Sarankan Jokowi Tak Terlalu Bergantung sama China :: Nusantaratv.com

Direktur Pelaksana Bank Dunia Sarankan Jokowi Tak Terlalu Bergantung sama China

Sebab menurutnya wabah virus corona akan berdampak pada ekonomi China dan RI
Direktur Pelaksana Bank Dunia Sarankan Jokowi Tak Terlalu Bergantung sama China
Presiden Jokowi saat saat bertemu dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu.

Jakarta, Nusantaratv.com - Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (11/2/2020) siang. Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada Jokowi karena sudah memilihnya untuk masuk dalam nominasi Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Baca juga: Turis China di Bali yang Bertahan Karena Wabah Corona Dapat Diskon Hotel 

Mari akhirnya terpilih menjadi Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan untuk Bank Dunia pada awal Januari lalu.

"Tentunya saya datang untuk menyampaikan terima kasih bahwa Presiden telah menominasi nama saya untuk posisi direktur pelaksanaan Bank Dunia dan kita membahas kira-kira apa nanti yang menjadi pekerjaan saya di Bank Dunia," ujar Mari usai pertemuan.

Mari juga memberi masukan ke Jokowi mengenai kondisi perekonomian global dan nasional, terutama pasca mewabahnya virus corona, virus mematikan yang pertama kali mewabah di Wuhan, China.

"Bagaimana kita mengantisipasi bahwa untuk tahun ini terutama prediksinya kan pertumbuhan dunia akan lebih rendah daripada yang diperkirakan sebelumnya, apalagi dengan adanya corona virus dan seterusnya," tuturnya.

Mari memperkirakan, ekonomi China akan mengalami penurunan pertumbuhan sekitar 1-2 persen, sebagai dampak merebaknya virus corona.

Bahkan, menurutnya sebagian ekonom memprediksi ekonomi di China akan turun hingga 3 persen.

Penurunan itu, dinilai berdampak pada ekonomi Indonesia karena merupakan mitra perdagangan dan investasi China.

"Kalau pertumbuhan ekonomi tiongkok turun, pasti imbasnya ada ke Indonesia," jelasnya.

Mari menuturkan, setiap ekonomi China turun 1 persen, maka ekonomi Indonesia juga  turun 0,3 persen.

Karenanya ia menyarankan Jokowi untuk tak terlalu tergantung pada China, khususnya pada sektor perdagangan impor.

"Kalau dari sisi impor ya mungkin terputusnya rantai supply chain karena adanya corona virus ini juga berarti kita harus cari sumber lain atau pun sumber dari dalam negeri," kata dia.

Mari mencontohkan, kala wabah SARS dan bencana tsunami melanda Jepang, mata rantai impor dari Jepang saat itu juga putus.

Tapi, kondisi tersebut membuat Indonesia lebih peka serta bisa mengandalkan dari sumber lain, termasuk menggenjot produksi di dalam negeri.

"Mungkin kita bisa dapat manfaat dengan akhirnya kita harapkan investasi (dalam negeri) yang akan mendorong mengurangi ketergantungan impor untuk berbagai keperluan industri yang banyak kita impor dari tiongkok," tandas mantan menteri perdagangan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0