Dianggap Merusak Agama, Pemkot Depok Imbau Warga Tak Rayakan Valentine :: Nusantaratv.com

Dianggap Merusak Agama, Pemkot Depok Imbau Warga Tak Rayakan Valentine

Perayaan Valentine dinilai merusak norma dan budaya
Dianggap Merusak Agama, Pemkot Depok Imbau Warga Tak Rayakan Valentine
Simbol Valentine, cokelat.

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah Kota Depok meminta warganya tak merayakan Valentine atau  lHari Kasih Sayang pada 14 Februari, besok.

Imbauan berupa surat edaran ini, menyasar pelajar, pejabat lokal hingga pengelola mal.

Baca juga: Mau Razia LGBT, Wali Kota Depok Diminta Waria Belajar Medis Dulu 

Edaran diterbitkan Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) yang dilayangkan kepada camat dan lurah se-Kota Depok

Dalam edaran bernomor 149/397-DPAPMK, Kepala DPAPMK Nessi Annisa Handari meminta agar lurah serta camat menyiapkan dua langkah dalam rangka mewujudkan Kota Depok ramah keluarga, serta membangun karakter bangsa yang berakhlak mulia. Caranya dengan menghindari kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan norma agama, sosial dan budaya, seperti perayaan Hari Valentine.

"1. Menghimbau ketua RW dan RT di wilayah binaannya untuk melakukan imbauan kepada warganya agar tidak melaksanakan Valentine Day di lingkungannya masing-masing;

2. Melaksanakan pemantauan di wilayahnya masing-masing," bunyi edaran 

Ada juga surat edaran serupa yang dibuat Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Depok.

Surat edaran itu ditujukan untuk pengelola hotel, mal, dan sanggar seni. Imbauan tak merayakan Valentine dilakukan dalam rangka menjunjung tinggi budaya asli Indonesia dan membangun karakter bangsa yang berakhlak mulia.

Perayaan Hari Valentine, dinilai berpotensi merusak norma agama, sosial, dan budaya.

Pengelol hotel, mal dan sanggar seni diminta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam mengamankan penyelenggaraan kegiatan yang bersifat keramaian seperti perayaan Valentine.

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna menilai kasih sayang tak harus diwujudkan dengan merayakan Valentine.

"Jadi pertanyaannya, apakah sesuai dengan norma budaya kita? Kalau memang tidak pas dan nanti banyak mudharatnya, ya jangan dilaksanakan," kata Pradi di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0