Di Hadapan Pemerintah, Tiga Kubu Sepakat Bahas Persatuan Peradi :: Nusantaratv.com

Di Hadapan Pemerintah, Tiga Kubu Sepakat Bahas Persatuan Peradi

Selanjutnya akan dibentuk tim guna membahas penyatuan organisasi itu
Di Hadapan Pemerintah, Tiga Kubu Sepakat Bahas Persatuan Peradi
Penandatanganan kesepakatan upaya penyatuan Peradi.

Jakarta, Nusantaratv.com - Upaya mempersatukan organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kembali dilakukan. Hal ini terjadi setelah tiga pimpinan Peradi yang terbelah, menandatangani kesepakatan bersama.

Baca juga: Otto Ajak Juniver dan Luhut Kembalikan Peradi Sebagai Wadah Tunggal 

Penandatanganan dilakukan para ketua umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, antara lain Fauzie Yusuf Hasibuan, Luhut Pangaribuan dan Juniver Girsang.

Usaha mempersatukan Peradi dilakukan di hadapan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly serta Ketua Dewan Pembina DPN Peradi versi Yusuf, Otto Hasibuan.

Nantinya akan ada tindak lanjut dari penandatanganan yang digelar di Restoran Penang Bistro, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020) pukul 20.00 WIB ini.

Tindak lanjut berupa pembentukan tim untuk berembuk. Tim ini berisikan total sembilan orang, dengan masing-masing kubu mengirimkan tiga orang perwakilannya.

Sebelumnya, Otto Hasibuan mengajak para pimpinan Peradi yang terpecah, kembali bersatu demi masa depan organisasi dan advokat itu sendiri.

Dengan bersatunya Peradi, menurut Otto peluang organisasi menjadi wadah tunggal advokat atau single bar, menjadi lebih besar.

"Jangan pikirkan diri sendiri, pikirkan anak-anak kita. Juniver punya anak, Luhut anaknya jadi lawyer (pengacara), saya juga anak saya lawyer. Anak-anak ini lah yang kita pikirkan, kalau tidak terjadi single bar, bagaimana nasib anak-anak kita ini?" ujar Otto di sela Rakernas Peradi ke-IV di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (28/11/2019).

Melalui single bar, kata Otto, kewenangan untuk menentukan, mengatur dan mengelola para advokat, kembali menjadi milik Peradi.

Sehingga, pihaknya akan dengan mudah melakukan pembinaan kepada anggota dan mampu meningkatkan kapasitas advokat yang dinilai semakin terpuruk.

"Soalnya Anda enggak usah lawyer, berdirikan saja organisasi advokat. Karena tidak diperiksa kok, tidak diaudit," tutur Otto.

"Bikin saja organisasi advokat bingung, misalnya, mengajukan sumpah, boleh," imbuhnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
3
love
4
funny
1
angry
0
sad
0
wow
0