BNPB: Api Karhutla Riau Berhasil Dipadamkan :: Nusantaratv.com

BNPB: Api Karhutla Riau Berhasil Dipadamkan

Personel Mengalami Hambatan Dalam Melakukan Pendinginan Karhutla Karena Kondisi Angin Kencang.
BNPB: Api Karhutla Riau Berhasil Dipadamkan
Api Karhutla di dua Kabupaten di Riau berhasil dipadamkan. (Dok. Humas BNPB)

Jakarta, Nusantaratv.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memonitor kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Riau.

Api Karthula di dua Kabupaten, yakni Bengkalis dan Pelalawan telah berhasil dipadamkan sehingga pada Rabu (22/1/2020) Satuan Tugas Darat hanya melakukan pendinginan.

"Satuan Tugas (Satgas) Darat melakukan pendinginan di Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan, masing-masing 1 titik sepanjang hari," ujar Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, dalam keterangannya, Kamis (23/1/2020).  

Sebelumnya api Karhutla melanda lahan di Dusun Hutan Samak, Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis. Lahan terpapar api seluas 10 hektar. Operasi pendinginan melibatkan 67 personel TNI dengan dukungan perlengkapan pemadaman dan pengemboman air.

"Hambatan penanganan asap di lapangan yaitu angin kencang dan perubahan arah angin serta cuaca panas," lanjutnya.

Baca Juga: BNPB Beberkan Rekapitulasi Data Bencana di Indonesia per 21 Januari 2020

Sementara itu, pendinginan di Dusun Pakantua, Desa Kuala Tolam, Kecamatan Pelalawan, Pelalawan pada luas lahan 1,5 hektar. Pendinginan dilakukan 55 personel TNI kewilayahan.

"Personel mengalami hambatan dalam melakukan pendinginan karena kondisi angin kencang. Di samping itu, sumber air jauh dari lokasi lahan bekas terbakar. Pihak Kepolisian masih melakukan proses penyelidikan terhadap kepemilikan lahan yang terbakar," tambahnya.

Sementara itu, banjir terjadi di wilayah Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Banjir disebabkan luapan Sungai Nilo dengan ketinggian air antara 50 cm hingga 180 cm.

Banjir menyebabkan terputusnya akses jalan desa sepanjang 800 m, terendamnya 40 unit rumah warga, 1 unit Pos Babinsa dan 1 unit Balai Adat serta transportasi darat lumpuh. 

"Personel TNI melakukan upaya-upaya seperti patroli dan monitoring wilayah-wilayah rawan banjir, sosialisasi kepada warga apabila debit air naik dan membantu warga yang hendak melewati jalan yang terputus dengan perahu," tukas Agus.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0