Bencana Banjir dan Longsor, BNPB: Tujuh Wilayah Sudah Bebas Pengungsi :: Nusantaratv.com

Bencana Banjir dan Longsor, BNPB: Tujuh Wilayah Sudah Bebas Pengungsi

BNPB Imbau Masyarakat untuk Selalu Siap Siaga Dengan Membuat Rencana Antisipasi Bencana.
Bencana Banjir dan Longsor, BNPB: Tujuh Wilayah Sudah Bebas Pengungsi
BNPB mendistribusikan bantuan peralatan bagi korban banjir dan longsor. (Dok. Humas BNPB)

Jakarta, Nusantaratv.com - Berdasarkan rekapitulasi data dampak banjir dan longsor di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), serta Lebak (Banten), yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, pada Sabtu (11/1/2020), pukul 06.00 WIB menunjukkan tujuh wilayah sudah tidak ada pengungsi.

Tujuh wilayah itu, yakni Kabupaten Bekasi, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Kota Bogor.

"Jumlah pengungsian tertinggi berada di Kabupaten Bogor sejumlah 15.003 jiwa dan yang terendah di Jakarta Timur sejumlah 29 jiwa," Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dikutip laman resmi BNPB, Sabtu (11/1/2020). 

Baca Juga: DPRD Minta Anies Setop Pencitraan di Tengah Bencana Banjir

Sementara itu, pada Jumat (10/1/2020) malam, BNPB mendistribusikan bantuan peralatan untuk membantu distribusi logistik dan penyebrangan di Kabupaten Bogor dan Provinsi Banten. Masing-masing daerah mendapatkan bantuan tambahan berupa 1 unit Perahu Katamaran, 4 unit dayung, dan 1 unit mesin perahu 25 PK.

BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu siap siaga dengan membuat rencana antisipasi bencana, mencatat nomor telepon penting, membentuk komunitas siaga bencana dengan melakukan kegiatan gotong royong seperti kerja bakti, menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul aman, mempersiapkan perbekalan untuk tiga hari dengan Tas Siaga Bencana, mengamankan dokumen penting serta segera laporkan jika ada kerusakan atau tanggul bocor ke Kelurahan/Kecamatan/BPBD terkait.

"Bencana adalah urusan bersama dan merupakan peristiwa yang berulang. Potensi Bencana besar pasti akan terjadi namun kita tidak pernah tahu kapan waktu akan terjadinya," lanjutnya.

"Semua pihak harus terlibat dalam upaya menyelamatkan nyawa manusia dari bencana. Berdasarkan survey, 35 persen yang mampu menyelamatkan diri adalah kapasitas dirinya yang paham apa yang harus dilakukan saat bencana," tukas Agus.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0