Ada Insentifnya! Nadiem Makarim Minta Mahasiswa Akhir Kedokteran, Bantu Penanganan Corona. :: Nusantaratv.com

Ada Insentifnya! Nadiem Makarim Minta Mahasiswa Akhir Kedokteran, Bantu Penanganan Corona.

Nadiem Makarim, mengajak mahasiswa tingkat akhir di fakultas-fakultas bidang kesehatan untuk bersedia menjadi relawan dalam menangani virus corona.
Ada Insentifnya! Nadiem Makarim Minta Mahasiswa Akhir Kedokteran, Bantu Penanganan Corona.
Nadiem Makariem, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ajak mahasiswa jadi sukarelawan menangani virus corona./surabayapagi.com

Nusantaratv.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, mengajak mahasiswa tingkat akhir di fakultas-fakultas bidang kesehatan untuk bersedia menjadi relawan dalam menangani dan mencegah penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19.

Nadiem mengatakan keterlibatan para relawan dari mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya gotong-royong untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami paham betul bahwa risiko terkait hal ini cukup besar, namun upaya ini tidaklah akan berhasil tanpa dukungan generasi muda yang memiliki talenta-talenta yang tepat. Tidak ada paksaan. Ini adalah gerakan sukarela,” ujar Nadiem dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Nadiem menegaskan, para relawan tidak serta merta langsung menangani pasien, mereka akan ditempatkan di pos-pos, dan membantu program-program komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat, melayani “call center”, dan menyiapkan diri sebagai tenaga bantuan dalam kondisi darurat sesuai kompetensi dan kewenangannya.

Baca Juga: Erick Thohir: Kimia Farma Siap Produksi Obat Corona

“Kepada mahasiswa yang berminat untuk ikut serta dalam kegiatan ini akan diberikan pelatihan dan pendampingan, disiapkan alat perlindungan diri (APD) yang sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), insentif dari Kemendikbud, dan sertifikat pengabdian kepada masyarakat yang dapat disesuaikan oleh universitas masing-masing untuk menjadi bagian dari penilaian kinerja dalam program co-as atau sebagai satuan kredit semester,” terang Nadiem.

Untuk mensukseskan rencananya ini, Kemendikbud telah meminta bantuan Rektor/Direktur Politeknik Kesehatan untuk mendorong Dekan Fakultas Kedokteran/Keperawatan/Ilmu Kesehatan Masyarakat mensosialisasikan gerakan ini.

Sumber: wartaekonomi.co.id

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0