Tetap Terlindungi dan Terinformasi Semasa Pandemi, Bersama 'Bincang Virtual' NTV :: Nusantaratv.com

Tetap Terlindungi dan Terinformasi Semasa Pandemi, Bersama 'Bincang Virtual' NTV

Program ini membahas isu-isu terkini di masyarakat dengan cara yang kekinian
Tetap Terlindungi dan Terinformasi Semasa Pandemi, Bersama 'Bincang Virtual' NTV
Bincang Virtual NTV.

Jakarta, Nusantaratv.com - Mewabahnya virus corona (covid-19) membuat masyarakat kini senantiasa beraktivitas dari rumah. Termasuk dalam bekerja.

Rapat hingga diskusi secara virtual pun menjadi rutinitas sehari-hari.

Baca juga: 'Telisik Hukum', Cara NTV Edukasi Masyarakat Awam Mengenai Hukum 

Hal ini pula yang dijalankan stasiun televisi digital Nusantara TV (NTV). Guna mendukung kebijakan social distancing pemerintah, sekaligus tetap menjalankan peran memberi informasi dan mengedukasi masyarakat, NTV menghadirkan program baru bernama 'Bincang Virtual'.

Program talkshow ini, dilaksanakan secara virtual bersama sejumlah narasumber, yang dipandu host atau pembawa acara, dan co-host.

"Bincang Virtual ada agar NTV bisa menghadirkan informasi terkini dan isu yang sedang hangat diperbincangkan, namun tetap membahasnya dengan narasumber yang kompeten secara mendalam, tanpa dibatasi jarak dan waktu. Terutama oleh pandemi," ujar Produser Bincang Virtual, Dini Caria, Selasa (12/5/2020).

Bincang Virtual hadir mengulas isu-isu yang tengah ramai dibahas masyarakat. Seperti kebijakan pemerintah, kontroversi dan polemik dari sebuah isu yang dekat dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

"Fenomena terkini yang sedang terjadi, dan masih banyak lagi," ucapnya.

Sejumlah narasumber pun dihadirkan guna memperkaya pemahaman dan sudut pandang masyarakat. Mereka berasal dari para pemangku kepentingan maupun pengamat, yang kompeten di bidangnya masing-masing.

"Sehingga informasi dan pembahasan yang disajikan bisa berimbang, terpercaya dan akurat," jelas Dini.

Selain host, Bincang Virtual juga memiliki co-host, yakni Sondang Tiar Debora Tampubolon. Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu dipilih, karena dianggap bisa mewakili masyarakat maupun parlemen.

"Dengan kapasitas tersebut dan kompetensi yang mumpuni, diharapkan topik bahasan bisa diulas lebih mendalam dari sudut pandang legislatif," imbuh Host Bincang Virtual Tasya Felder.

Pada episode perdana yang tayang pada Kamis (7/5 2020) pukul 20.00-21.00 WIB lalu, Bincang Virtual mengambil tema mengenai polemik pelarangan mudik. Narasumber yang hadir dalam acara tersebut yakni Wakil Direktur Brooks Doctoral College University Manchester Dr Gindo Tampubolon, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Sosiolog Paulus Wirutomo, dan Anggota Komisi V DPR RI F- PKB Dedi Wahidi.

Episode kedua pada Kamis pekan ini, Bincang Virtual hadir dengan tajuk terkait kontroversi kartu prakerja. Adapun narasumber yang dihadirkan antara lain Anggota DPR RI Komisi VII F- Partai Golkar Maman Abdurrahman, pemimpin redaksi salah satu media online Agustinus Edy Kristianto, dan Ekonom INDEF Nailul Huda.

"Kebijakan ini menuai banyak kontroversi, mulai dari anggaran total Rp 20 triliun yang dinilai tidak efektif dan tidak tepat sasaran, juga tidak sesuai dengan situasi dan kondisi di tengah pandemi ini. Agustinus kita hadirkan karena pernah berbagi pengalaman mendaftar program ini dalam tulisannya yang viral baru-baru ini," tandas Dini.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0