'Santri Indonesia Goes to China', Kenalkan Islam yang Toleran dan Penuh Perdamaian :: Nusantaratv.com

'Santri Indonesia Goes to China', Kenalkan Islam yang Toleran dan Penuh Perdamaian

Kemenag dan Kemlu Jalin Sinergi dengan Mengirimkan Para Santri Indonesia ke China.
'Santri Indonesia Goes to China', Kenalkan Islam yang Toleran dan Penuh Perdamaian
Program 'Santri Indonesia Goes to China'. (Dok. Humas Kemlu)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Agama (Kemenag) menjalin sinergi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Mereka mengirimkan para santri Indonesia ke Negeri Tirai Bambu, China, untuk menegaskan kembali kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dunia dalam program bertajuk 'Santri untuk Perdamaian Dunia, Goes to China'.

Seperti dilansir situs resmi Kemlu, Selasa (26/11/2019), sebanyak 10 orang santri terpilih dari berbagai daerah diberangkatkan ke Beijing, China, pada Senin (25/11). Selama 5 hari di China, mereka akan memperkenalkan lembaga pendidikan Islam Indonesia yang toleran, moderat dan inklusif.

Baca Juga: Dalami Metode Riset, Kemenag Kirim Dosen PTKI ke Negeri Kanguru

Selain itu, program ini juga dimaksudkan untuk menjawab stigma dan mispersepsi masyarakat internasional mengenai pendidikan Islam yangg sering diasosiasikan menjadi lahan subur bagi kelompok radikal.

Selama di Beijing, para santri akan mengunjungi institusi-institusi dan melakukan pertemuan dengan beberapa asosiasi untuk berinteraksi langsung dengan keadaan China yang telah mengalami kemajuan di berbagai bidang, namun tetap berhasil mempertahankan identitas ketimurannya.

Sebagian agenda yang akan dijalani adalah dialog dengan Komunitas Muslim di Niujie, pertemuan dengan All China Youth Federation, dan kunjungan ke perusahaan-perusahaan e-commerce seperti Xiao Mi, Alibaba, Huawei dan JD.com.

Program 'Santri untuk Perdamaian Dunia, Goes to China' ini akan memperkokoh kontribusi dan peran aktif Indonesia dalam perdamaian dunia terutama saat Indonesia menjadi anggota Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2019-2020.

Perdamaian harus kita bangun, rawat dan jaga - demikian pesan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, sesaat setelah Indonesia menjabat Presiden DK PBB, beberapa waktu yang lalu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1