Puji Pidato Masyarakat 5.0 Puan, Bamsoet: Perempuan Luar Biasa :: Nusantaratv.com

Puji Pidato Masyarakat 5.0 Puan, Bamsoet: Perempuan Luar Biasa

Bamsoet berharap Puan menjadi lokomotif perubahan tersebut
Puji Pidato Masyarakat 5.0 Puan, Bamsoet: Perempuan Luar Biasa
Bamsoet (kedua dari kiri) saat bersama Puan Maharani.

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato bertajuk 'Kebudayaan Sebagai Landasan Utama Membangun Manusia Indonesia Berpancasila Menuju Era Masyarakat 5.0', saat dianugerahi gelar doktor kehormatan dari Universitas Diponegoro (Undip), Jumat (14/2/2020). 

Baca juga: Puan Mau Masyarakat Kuasai Teknologi Tinggi, Tapi Tetap Junjung Tinggi Pancasila 

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) memuji pidato Puan. Menurut dia, apa yang disampaikan politikus PDI Perjuangan (PDIP) selangkah lebih maju, meninggalkan konsep revolusi industri 4.0. 

"Indonesia memiliki PR besar dalam merespons revolusi industri atau society 5.0. Di mana peran pemerintah sangat besar. Baik dalam segi pendidikan maupun dari sisi kemampuan aparatur pemerintah dan para pengusahanya dalam menghadapi perubahan sosial ini. Apalagi Indonesia mempunyai visi Indonesia Emas pada 2045 yang harus mampu bersaing dengan bangsa lain serta dapat menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan seperti korupsi dan kemiskinan," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/2/2020). 

Bamsoet pun mengharapkan Puan menjadi inspirasi dan lokomotif dalam konsep industri 5.0, yang menurutnya suatu konsep masyarakat yang berpusat kepada manusia dan berbasis teknologi. 

"Puan Maharani adalah satu dari sedikit perempuan Indonesia yang berani mendobrak stigma bahwa perempuan Indonesia tak memiliki kualitas untuk tampil dalam kehidupan politik kebangsaan. Sebagaimana juga sudah ditunjukkan ibunya, Megawati Soekarnoputri, dan neneknya, Fatmawati. Mereka adalah perempuan yang luar biasa, yang sudah menyinari Indonesia," jelasnya  

Politikus Partai Golkar menuturkan, kemanusiaan, kemajuan teknologi dan kebudayaan adalah hal-hal yang tak bisa dipisahkan bagi masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Tiga hal itu, kata dia merupakan modal besar bagi Indonesia menjemput seratus tahun kemerdekaan pada 2045.

"Fokus Presiden Joko Widodo yang pada periode kedua ini fokus kepada pembangunan sumber daya manusia, sejalan dengan visi DPR RI maupun MPR RI. DPR RI kini dipimpin Puan yang sebelumnya adalah Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan akan sangat membantu Presiden Joko Widodo mengimplementasikan visi pembangunan SDM. Begitu pun dengan MPR RI yang sejak dahulu menggaungkan Empat Pilar MPR RI yang notabene merupakan warisan (alm) Taufik Kiemas ayahanda Puan," paparnya. 

Mengenai kebudayaan, Bamsoet menjelaskan bahwa peranan kebudayaan dalam pembangunan nasional semakin kuat dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan serta Strategi Kebudayaan. Sehingga, proses pendidikan tak semata pencerdasan secara intelektual saja, namun juga pematangan emosional sosial dan spritual yang memperkuat karakter bangsa sesuai nilai-nilai Pancasila.

"Pendidikan karakter harus ditujukan untuk membentuk sumber daya manusia berakhlak mulia, memiliki tanggungjawab tinggi, serta budi pekerti luhur. Selain, meningkatkan ketahanan budaya dan mengambil peran penting dalam persaingan global," tutur dia. 

Adapun hadirnya generasi Z saat ini, kata Bamsoet harus menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Penerapan pendidikan berbasis teknologi digital menjadi keniscayaan, namun tetap dengan mengikuti budaya dan adat istiadat bangsa Indonesia.

Pengoptimalan tiga pusat pendidikan, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat juga tetap dilakukan. Ketiga faktor tersebut harus saling mendukung dan menguatkan. Penanaman nilai-nilai budaya, nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila juga harus terus ditanamkan kepada para generasi millenial dan gen Z. 

Ia pun mengingatkan bahwa pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam rangka penguatan sumber daya manusia yang berkualitas, akan berjalan optimal apabila terwujudnya sinergi dan peran aktif antara pemerintah, pemerintah daerah, dan segenap pemangku kepentingan.

"Seluruh stakeholder harus mau terlibat aktif dalam pembangunan manusia yang dilandasi karakter yang kuat, keterampilan, dan kecakapan yang tinggi. Sehingga, cita-cita kita bersama dalam menciptakan SDM yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman akan mudah dicapai," tandas mantan wartawan ini. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0