Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Dibotaki, PGRI Ancam Turunkan Guru Se-Indonesia :: Nusantaratv.com

Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Dibotaki, PGRI Ancam Turunkan Guru Se-Indonesia

Menurut mereka tak sepantasnya guru diperlakukan selayaknya pelaku kriminal biasa
Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Dibotaki, PGRI Ancam Turunkan Guru Se-Indonesia
Guru Pembina Pramuka SMPN 1 Turi. (Tirto)

Jakarta, Nusantaratv.com - Polisi menetapkan tersangka tiga Pembina Pramuka SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta dalam kasus susur Sungai Sempor berujung maut. Tak hanya itu, polisi juga menggunduli mereka, selayaknya pelaku kriminal seperti biasa. 

Baca juga: Seluruh Korban Susur Sungai di Sleman Akhirnya Ditemukan 

Menyikapi perlakuan itu, Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) memprotes tindakan polisi. Mereka bahkan mengancam akan menurunkan seluruh guru yang tergabung di PGRI, jika penegak hukum melakukan kesalahan yang serupa. 

"Mereka memang salah, tapi program Pramuka itu legal dan jadi agenda pendidikan. Jangan ulangi lagi! Sebelum semua guru turun," kata akun Twitter resmi PB PGRI, @PBPGRI_OFFICIAL, Selasa (25/2/2020).

PGRI marah, karena menilai tak layak seorang guru diperlakukan seperti kriminal.  

"Pak Polisi, kami marah dan geram. Tak sepatutnya para guru-guru kau giring di jalanan dan dibotakin seperti kriminal tak terampuni," cuit @PBPGRI_OFFICIAL. 

PGRI mengakui susur sungai secara outdoor di tengah cuaca buruk tak bisa dibenarkan, terlebih sampai memakan korban jiwa. Mereka sependapat bahwa para guru yang lalai wajib diproses hukum. 

"Semua sama di depan hukum. Memperlakukan guru dibotakin, digiring di jalanan, sudahkah sesuai SOP? Yuk sama-sama teduh hati," kata PB PGRI. 

PGRI pun mengajak semua pihak memahami peristiwa ini dengan objektif. 

"Adakah guru berniat menghilangkan nyawa? Itu program resmi. Mereka salah memang benar dan harus diproses hukum. Benarkah polisi sesuai prosedur? Kami juga menjaga kemarahan guru. Mari sama-sama teduh hati menyelesaikan persoalan."

Kemarahan guru yang meluas, menurut PB PGRI harus dicegah, dan semua yang telah terjadi harus menjadi pelajaran. 

"Itulah mengapa pernyataan dibuat. Sekarang kita tunggu proses hukumnya. Kita semua juga perih melihat hal ini," cuit PB PGRI. 

Meski begitu, unggahan itu belakangan dihapus pada Selasa malam pukul 22.00 WIB. Alasannya, demi menjaga tak adanya perdebatan yang lebih luas. 

"Demi menjaga silang pendapat yang lebih luas, kami hapus cuitan itu. Mohon semua pihak menghormati proses hukum. Tiada seorang gurupun berniat celakakan muridnya. Kami juga amat sedih.Tolong polisi ikuti SOP, semua sama di depan hukum," cuit akun @PBPGRI_OFFICIAL. 

Polda DIY sebelumnya menetapkan tiga pembina Pramuka SMPN 1 Turi sebagai tersangka, antara lain Isvan Yoppy Andrian, Riyanto, dan Danang Subroto. Mereka di antaranya berperan merancang program, menentukan lokasi sungai, serta memerintahkan para siswa untuk susur sungai.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
4
sad
0
wow
0