PDIP Tak Mau Jokowi Kena Imbas Penghapusan UN yang Gagal :: Nusantaratv.com

PDIP Tak Mau Jokowi Kena Imbas Penghapusan UN yang Gagal

Putra berharap Nadiem tak main-main dalam menghapus UN
PDIP Tak Mau Jokowi Kena Imbas Penghapusan UN yang Gagal
Putra Nababan. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Putra Nababan meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memikirkan matang-matang wacana penghapusan Ujian Nasional (UN). Sebab jika penghapusan UN dinilai gagal, reputasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa turut rusak.

Baca juga: Sri Sultan Dukung Nadiem Hapus UN 

​​​​​​"Jangan sampai kebijakan yang populis ini nanti mendadak ada apa-apa, kan yang kena Pak Jokowi juga. Saya adalah (kader) partai pengusung Pak Jokowi, PDI Perjuangan, kita enggak mau yang kena nanti Pak Jokowi gitu loh,"ujar Putra di diskusi 'Merdeka Belajar Merdeka UN', kawasan Menteng, Sabtu (14/12/2019).

Putra meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyerahkan kajian yang matang dan menyeluruh terkait rencana itu ke komisinya, Komisi X DPR.

Sebab, penghapusan UN harus seiring dengan perubahan regulasi, termasuk revisi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. 

"Jangan sampai nanti sudah diputuskan, tiba-tiba kajiannya, mohon maaf, agak melenceng sedikit jadi polemik lagi, apalagi terkait dengan hukum," jelasnya. 

Ia pun meminta Kemendikbud menyerahkan cetak biru bidang pendidikan supaya kebijakan-kebijakan sektor ini, termasuk UN tak ikut berubah seiring pergantian menteri. 

"Ketika kita bicara cetak biru itu kita bukan hanya bicara dua tahun, tiga tahun, (tapi) kita bicara lima tahun, sepuluh tahun, dan kita tidak beli kucing dalam karung," papar Putra. 

Kemendikbud sebelumnya menetapkan empat pokok kebijakan bidang pendidikan nasional melalui program 'Merdeka Belajar'.

Salah satu kebijakannya menghapus UN mulai tahun 2021. UN diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. 

Pelaksanaan ujian ini akan dilakukan siswa yang berada di tengah jenjang sekolah misalnya kelas 4, 8, 11, sehingga bisa mendorong guru serta sekolah memperbaiki mutu pembelajaran.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0