Kian Mengudara, USU Siap Dukung Kebijakan Kampus Merdeka dan Bekerja Sama dengan Perguruan Tinggi Dunia :: Nusantaratv.com

Kian Mengudara, USU Siap Dukung Kebijakan Kampus Merdeka dan Bekerja Sama dengan Perguruan Tinggi Dunia

Universitas Sumatera Utara menyatakan siap mendukung 4 kebijakan Kampus Merdeka
Kian Mengudara, USU Siap Dukung Kebijakan Kampus Merdeka dan Bekerja Sama dengan Perguruan Tinggi Dunia
(Liputan6.com)

Medan, Nusantaratv.com- Universitas Sumatera Utara (USU), menyatakan siap mendukung 4 kebijakan Kampus Merdeka yang digulirkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, pada 25 Januari lalu.

Dijelaskan Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Dr Runtung Sitepu, SH, M Hum, hal tersebut terkait hasil pertemuan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan para Rektor PTN/PTS seluruh Indonesia, di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta.

Empat kebijakan yang dinamai Kampus Merdeka dan merupakan lanjutan dari program Merdeka Belajar itu terdiri dari ; Kemudahan untuk membuka program studi baru, Perubahan sistem akreditasi perguruan tinggi, Kemudahan untuk mendapatkan status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum dan Hak belajar tiga semester di luar program studi.

"Terkait poin kebijakan Kampus Merdeka yang pertama, bahwa sebagai perguruan tinggi berstatus PTN BH, USU telah memiliki kewenangan untuk segera melaksanakan kebijakan tersebut. Tentunya untuk membuka program studi yang baru di USU, kami terlebih dahulu mempertimbangkan dengan cermat kebutuhan pasar dan masyarakat terhadap prodi yang akan dibuka, "kata Runtung seperti dikutip dari laman resmi USU.

Ia menambahkan, prodi baru yang rencananya akan dibuka di USU adalah Prodi Kelapa Sawit, dengan mempertimbangkan faktor historis keberadaan Provinsi Sumatera Utara sebagai daerah yang pertama kali mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Pulau Sumatera.

"Secepatnya USU akan menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha yang telah menjalin kerjasama dengan USU melalui penandatanganan MoU, seperti Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), "jelasnya.

Hal itu katanya, dilakukan untuk mendiskusikan langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam merealisasikan kebijakan pertama tersebut. Lalu, pihaknya juga akan melakukan inventarisasi SDM di fakultas terkait, dengan melibatkan GAPKI dan sejumlah pakar yang ada di PPKS. Sinergi ini nantinya,  akan melakukan kerjasama untuk menyusun kurikulum serta inventarisasi sumber daya dan fasilitas yang akan mendukung pembukaan prodi tersebut.

"Dengan berlakunya kebijakan re-akreditasi otomatis, maka seluruh waktu, tenaga dan biaya yang selama ini dihabiskan untuk mengurus akreditasi, dapat dialihkan kepada pelaksanaan tri darma perguruan tinggi lainnya,” katanya lagi.

Adapun untuk poin terakhir di mana mahasiswa diberikan hak untuk mengambil mata kuliah di luar prodi yang dipilihnya, Runtung memandangnya sangat baik untuk melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi lain di luar prodi yang menjadi pilihannya.

Di sisi lain, USU juga telah siap bekerja sama dengan perguruan tinggi dunia dalam bidang akademik.

Salah satunya adalah pertukaran pelajar antar USU dan Perguruan di Swiss. Gagasan itu disampaikan saat Duta besar (Dubes) Switzerland (Swiss) untuk Indonesia, Timor Leste dan Asean Mr Kurt Kunz memberi kuliah umum di Biro Rektor USU Medan, dengan thema “Political System and Economy of Switzerland”, Rabu (5/2/2020).

‌"Tadi kami membicarakan beberapa kerjasama yang bisa dilakukan oleh USU dengan perguruan tinggi di Swiss. Dubes sudah membuka jalan supaya keinginan kita itu menjadi kenyataan. Kerjasamanya bisa macam-macam seperti pengiriman mahasiswa dan dosen USU ke Swiss demikian pula sebaliknya dari Swiss ke Sumut, "kata Wakil Rektor 2 USU Prof Dr dr M Fidel Ganis Siregar seperti dilansir dari Tribun Medan.

‌Dalam kesempatan yang sama, Dubes Mr Kurt Kunz mengatakan, bahwa ia memiliki kesan yang bagus terhadap mahasiswa yang mengikuti kuliah umumnya.
‌"Mahasiswa sangat tertarik dengan materi yang disampaikan dan bisa menangkap masalah yang dibahas, dan pertanyaan mereka sangat berbobot, saya sangat senang menjawabnya," kata Kurt Kunz.

‌Kurt Kunz mengatakan, itu merupakan kali pertama kunjungannya ke Sumut dan pertama kali mengunjungi perguruan tinggi.
"Swiss sangat terkenal dengan sekolah perhotelan dan pariwisata serta kuliner dan merupakan pelopor pendidikan perhotelan dan pariwisata dan termasuk negara yang maju dan aman," katanya.(Cal) 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1