Kelola Dana Abadi Pendidikan, Menag: Perlu Divisi Khusus :: Nusantaratv.com

Kelola Dana Abadi Pendidikan, Menag: Perlu Divisi Khusus

Menag mencontohkan peralihan pengelolaan keuangan haji dari Kementerian Agama (Kemenag) kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Kelola Dana Abadi Pendidikan, Menag: Perlu Divisi Khusus
Menag Lukman Hakim Saifuddin sebut perlu divisi khusus kelola dana abadi pendidikan. (Bisnis)

Jakarta, Nusantaratv.com - Dana abadi pendidikan negara hingga 2024 diprediksi mencapai Rp100 triliun. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan perlu ada divisi khusus yang mengelola pengembangan dana tersebut. 

Dengan begitu, sebut Lukman, dana abadi pendidikan bisa digunakan secara optimal. Dia juga mencontohkan peralihan pengelolaan keuangan haji dari Kementerian Agama (Kemenag) kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Harapannya, dana haji bisa dikelola secara lebih optimal.

"Jadi, perlu ada divisi yang betul-betul fokus pada pengelolaan dana dan ada juga divisi yang fokus untuk bidang beasiswa pendidikan saja," ujar Lukman, di Jakarta, dilansir dari laman Kemenag, Selasa (10/9/2019).

Baca Juga: Pemerintah Bidik Universitas Top Dunia Kolaborasi di Indonesia 

Dijelaskannya, diperlukan juga proyeksi kebutuhan dana beasiswa pendidikan di Indonesia selama lima tahun. Hal itu penting untuk menjamin ketersediaan beasiswa sampai para penerimanya menyelesaikan studi. Setelah ketersediaan dana dirasa aman, baru dilakukan pengembangan.

"Jangan sampai ada yang berhenti melanjutkan pendidikan karena di tengah-tengah terhambat dana beasiswa yang membiayainya," jelas Lukman.

Disisi lain, terkait syarat penerima beasiswa, menurut Lukman, harus memiliki wawasan kebangsaan dan paham keagamaan yang moderat.

"Sepinter apapun cendikiawan, kalau tidak bermoderat dalam beragama, maka tidak akan ada artinya. Begitu pula dengan seluas apapun ilmunya jika wawasan kebangsaannya rendah, maka percuma saja," tutup Lukman.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0