Indonesia dan UEA Jajaki Sinergi Pengembangan Digital, Khusus Pendidikan Madrasah :: Nusantaratv.com

Indonesia dan UEA Jajaki Sinergi Pengembangan Digital, Khusus Pendidikan Madrasah

Penerapan Digital di UAE Terbukti Dapat Mengefisienkan Biaya-biaya Operasional Pendidikan untuk Program yang Berorientasi Pada Mutu SDM.
Indonesia dan UEA Jajaki Sinergi Pengembangan Digital, Khusus Pendidikan Madrasah
Menag Fachrul Razi dan Direktur Organisasi dan Kerjasama Internasional Pendidikan Kementerian Pendidikan Uni Emirat Arab (UEA) Dr. Ammar Al Mualla di Abu Dhabi. (Dok. Humas Kemenag)

Jakarta, Nusantaratv.com - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) menjajaki kerjasama dalam pengembangan digital education di madrasah dan sekolah. 

Kami dan UEA memandang perlu pengembangan kerjasama terutama dalam bidang Penerapan Pendidikan Digital pada Madrasah di Indonesia - ujar Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dalam pertemuannya dengan Kementerian Pendidikan Uni Emirat Arab (UEA) di Abu Dhabi, Senin (16/12/2019).

Rencana kerjasama ini, ungkap Menag Fachrul Razi, selaras dengan program prioritas Pemerintah dalam upaya membangun SDM (sumber daya manusia) yang unggul. 

Diketahui, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah UEA sedang menyusun dan membahas draf Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Pemerintah UAE dan Implementing Arrangement (IA).

Baca Juga: Siapkan SDM Berkualitas, Kemenag Bakal Evaluasi Konten Buku Agama

Ruang lingkup kerjasama ini antara lain menyangkut pembentukan Komite Pengarah Bersama (a Joint Steering Committee) dalam rangka implementasi program Penerapan Teknologi Digital dalam Pendidikan - lanjutnya, dilansir laman Kemenag.

Kami juga akan bekerjasama dalam pengembangan software platform dan konten digital untuk sejumlah matapelajaran. Termasuk juga pelatihan bagi Guru Matematika dan Pengelola Program. Tadi saya juga mengusulkan mata pelajaran Bahasa Arab - tambah mantan Wakil Panglima TNI (1999-2000).

Ditambahkannya, program ini juga akan melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sebab, program ini tidak hanya untuk madrasah, tapi juga sekolah. Dan, UAE dipilih karena sudah memiliki best practice penerapan digital education yang efektif dan efisien. 

Penerapan digital di UAE terbukti dapat mengefisienkan biaya-biaya operasional pendidikan untuk program yang berorientasi pada mutu SDM. 

Kita ingin mencoba menerapkan hal tersebut di madrasah - tegas menteri asal Banda Aceh itu. 

Baca Juga: Materi Khilafah, Menag Fachrul Razi Tegaskan Tak Akan Dihilangkan

Dia berharap fase pertama kerjasama ini bisa berlangsung pada 2020–2022 untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Arab. Targetnya adalah 100 ribu hingga 300 ribu siswa, kelas 7, 8, 9. 

Pada tahap ini akan dibangun pengembangan a big data control center platform - tegasnya.

Sedangkan untuk fase kedua, akan dilakukan pengembangan program untuk mata pelajaran lainnya. Sasaran program bertambah dari kelas 7 sampai 12. 

Tahap ketiga, akan dilakukan perluasan matapelajaran dan Kelas mulai dari TK/RA sampai Kelas 12 - tukas Menag Fachrul Razi. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0