RUU KUHP Sebut Pasal 'Suami Perkosa Istri' Begini Tanggapan Ustadz  :: Nusantaratv.com

RUU KUHP Sebut Pasal 'Suami Perkosa Istri' Begini Tanggapan Ustadz 

RUU KUHP belum disahkan DPR karena masih banyak pasal yang kontroversial.
RUU KUHP Sebut Pasal 'Suami Perkosa Istri' Begini Tanggapan Ustadz 
IIustrasi pasangan suami-istri

Jakarta, Nusantaratv.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) hingga saat ini belum disahkan oleh DPR RI.

Sejumlah pasal di dalam RUU KUHP memang menuai polemik dan kontroversi. Salah satunya mengenai pasal 480 ayat 1 mengenai definisi perkosaan.

Dalam RUU KUHP itu, perkosaan bisa terjadi asal ada kekerasan pria ke wanita, tanpa harus masuk alat kelamin.

"Setiap orang yang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang bersetubuh dengannya dipidana karena melakukan perkosaan, dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun," demikian bunyi Pasal 480 ayat 1 sebagaimana dikutip detikcom, Rabu (25/9/2019).

BACA JUGA : Di Malaysia ada Pasal Istri Perkosa Suami

Dengan definisi di atas, maka bisa saja seorang suami memperkosa istrinya. Dengan syarat yaitu si istri sedang tidak mau berhubungan badan dan si suami melakukan kekerasan.

Pasal tersebut tentu menarik karena menyinggung soal hubungan suami-istri. 

Sebagaimana diketahui, suami-istri merupakan dua manusia yang hidup bersama dalam bingkai pernikahan. Suka duka tentu menjadi bumbu dalam menjalani roda kehidupan.

Terkait pasal tersebut, Ustaz Ahmad Sarwat Lc, seperti dikutip laman inilah.com (Senin, 26 Februari 2018) dijelaskan, bahwa istilah pemerkosaan kepada istri sendiri adalah sebuah kesalahan. 

"Sebab tidak ada pemerkosaan pada istri sendiri, karena istri itu halal disetubuhi. Kalau pun ada yang tidak beres atau bersifat pemaksaan, maka istilahnya bukan pemerkosaan.

Kita memang seringkali menemukan kasus seperti ini, yaitu seorang istri tidak suka pada suaminya, sampai tidak mau melayaninya secara lahir batin.

Tentu kami tidak mungkin begitu saja menyalahkan istri secara sepihak, juga tidak mungkin menyalahkan suami secara sepihak. Sebab boleh jadi masing-masing pihak punya faktor kesalahan, namun merasa dirinya benar." tulisnya.

BACA JUGA : Ibunda Pelajar Yang Ikut Demo Teriak dan Nangis

Ustaz Ahmad Sarwat Lc justru memberikan solusi agar tak terjadi pada seorang suami yang disebut memperkosa istrinya.

"Jalan keluarnya tentu dialog antara keduanya. Tentu harus dicari suasananya yang romantis, santai, tidak emosional dan elegan.

Urusan rumah tangga seperti ini memang aneh bin ajaib, karena melibatkan faktor rasa, emosi dan suasana hati.

Jauh sekali dari logika dan akal. Terkadang kalau dialog macet dan menemukan jalan buntu, dibutuhkan pihak ketiga yang saleh dan bertakwa untuk melincinkan jalan diplomasi.

Hal ini sangat dimungkinkan dan harus disegerakan, sebelum segala sesuatunya terlambat." tutupnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0