Provokasi China di Natuna Gara-gara Uighur Dipersoalkan? :: Nusantaratv.com

Provokasi China di Natuna Gara-gara Uighur Dipersoalkan?

Stanislaus mengingat agar manuver China tak terus berlanjut
Provokasi China di Natuna Gara-gara Uighur Dipersoalkan?
Kapal penjaga pantai China saat berhadapan dengan kapal pemerintah Indonesia di perairan Natuna.

Jakarta, Nusantaratv.com - Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta, menduga provokasi China di perairan Natuna karena isu Uighur.

Diketahui, sejumlah elemen masyarakat di Indonesia protes terhadap dugaan persekusi yang diterima etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang, China. 

Baca juga: Pesawat Tempur F-16 Dikirim ke Natuna, Siap Perang? 

"Sikap China yang melanggar kedaulatan Indonesia selain disikapi dengan tegas juga perlu dicari faktor penyebabnya. Berbagai spekulasi muncul atas sikap China tersebut. Namun tindakan agresif China yang terjadi pasca kuatnya aksi di Indonesia atas isu Uighur tidak bisa dibantah," ujar Stanislaus dalam keterangan tertulis, Senin (6/1/2020). 

Ia mengingatkan China agar tak terus mengusik kedaulatan Indonesia di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau. Mengingat, ada kelompok-kelompok di Indonesia yang sejak awal memiliki sentimen negatif dengan negara itu, khususnya dalam isu Uighur. 

"Sentimen yang sudah dipicu oleh isu Uighur bisa semakin berkembang dengan sikap China di Natuna," kata dia. 

Manuver China dianggap berbahaya. Sebab semakin meningkatnya pandangan buruk masyarakat Indonesia akan Negeri Tirai Bambu, bisa berdampak pada konflik SARA di Tanah Air. 

"Isu-isu tersebut harus dikelola dengan baik supaya tidak menjadi faktor pendorong terjadinya unjuk rasa, konflik SARA maupun aksi teror," tutur Stanislaus. 

Diketahui, hubungan Indonesia-China kembali memanas setelah masuknya kapal-kapal nelayan negara itu yang dikawal kapal coast guard atau penjaga pantai mereka, ke perairan Natuna. Sebelumnya, insiden serupa juga pernah terjadi pada Maret 2016. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah mengirimkan nota protes resmi dan memanggil Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia. Alutsista dan pasukan TNI juga disiagakan di sekitar perairan Natuna. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, kedaulatan Indonesia tak bisa dikompromi. Meski begitu, penyelesaian masalah melalui jalur diplomasi damai tetap dikedepankan. 

"Tak ada kompromi dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia," ujar Jokowi melalui  juru bicaranya, Fadjroel Rachman, Sabtu (4/1/2020). 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1