Polri: Situasi Wamena Normal dan Kondusif :: Nusantaratv.com

Polri: Situasi Wamena Normal dan Kondusif

Meski begitu 6 ribu personel Brimob disiagakan di kawasan itu
Polri: Situasi Wamena Normal dan Kondusif
Kerusuhan Wamena. (AP Photo)

Jakarta, Nusantaratv.com - Polri menegaskan situasi di Wamena, Jayawijaya, Papua, kini telah kondusif. Kesimpulan ini hasil informasi tim Polri yang berangkat ke Papua, serta laporan dari Polda Papua.

Baca juga: Warga Asli Wamena Pasang Badan Lindungi Pendatang di Papua 

"Situasi di Wamena sudah normal dan kondusif, ditandai dengan aktivitas di sentra ekonomi, masyarakat hilir mudik. Secara keseluruhan, kondisi di Wamena sudah normal kembali," ujar Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/10/2019). 

Meski begitu, Kepolisian tetap bersiaga di Wamena guna mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Menurut Asep, setidaknya 6 ribu personel Brimob masih disiagakan di Papua. 

"Kami menduga masih ada aksi-aksi yang memicu kericuhan," ucapnya. 

Sejauh ini, Polri menyimpulkan kerusuhan di Papua didalangi tiga kelompok, yakni Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP). 

"Baik TNI maupun Polri bersiaga dan beri jaminan keamanan kepada masyarakat Papua, khususnya di Wamena," kata dia. 

Polri telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus unjuk rasa berakhir kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua, pada 23 September silam. Tiga tersangka di antaranya menjadi buronan.

"Dari 13 (tersangka) ini, 10 orang sudah ditahan dan tiga orang masih DPO (daftar pencarian orang)," jelas Asep.

Dari 10 tersangka yang ditahan, 7 tersangka dipindahkan ke Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menjalankan proses hukum di daerah itu. Pemindahan agar mencegah terjadinya pro kontra bila persidangan berlangsung. 

"Untuk kebaikan di wilayah Papua, dengan maksud saat persidangan tidak terjadi kericuhan di sana," jelas dia.

Para tersangka yang dipindahkan ke Kaltim yaitu Ketua Umum KNPB Agus Kossay, Ketua KNPB wilayah Mimika Steven Itlay, Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Buchtar Tabuni, Presiden Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Alexander Gobai, Fery Kombo, Hengki Hilapok, serta Irwanus Uropmabin.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0