Pasca 11 Tahun Berlalu, Kini Indonesia Kembali Resmi Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB :: Nusantaratv.com

Pasca 11 Tahun Berlalu, Kini Indonesia Kembali Resmi Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

Indonesia, Negara Penyumbang Pasukan Terbesar Untuk Misi Keamanan PBB. Setelah Kembali Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB Apa Yang Akan Diberikan Indonesia?
Pasca 11 Tahun Berlalu, Kini Indonesia Kembali Resmi Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB
Indonesia resmi menjadi anggota tidak tetap DK PBB hingga 31 Desember 2020. Pencanangan Sang Saka Merah Putih di Markas PBB yang dilakukan pada 2 Januari 2019 lewat acara simbolik.

Jakarta, Nusantaratv.com - Pasca 11 tahun berlalu sejak 2008, Indonesia kini kembali resmi menjadi anggota  tidak tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Merah Putih pun gagah berkibar di Markas PPB. Indonesia akan memberi perhatian pada peningkatan efisiensi dan efektivitas misi perdamaian PBB (UN Peace Keeping Operations).

Berdasarkan keterangan pers Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) New York, Kamis (3/1/2019), perihal pencanangan Sang Saka Merah Putih di Markas PBB yang dilakukan pada 2 Januari 2019 lewat acara simbolik itu, merupakan pertanda bahwa Indonesia resmi menjadi anggota tidak tetap DK PBB hingga 31 Desember 2020.

Dijelaskan Wakil Tetap (Watap) RI pada PBB di New York, yakni Duta Besar Dian Triansyah Djani, keberhasilan Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB tak lepas dari dukungan 144 suara dari 193 negara anggota PBB pada Juni 2018.

"Besarnya dukungan tersebut merupakan bentuk kepercayaan masyarakat internasional terhadap rekam jejak diplomasi dan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berperan penting dalam menjaga perdamaian dunia," ujar Djani.

Djani selaku Watap RI di PBB menjadi Ketua Komite Resolusi DK PBB 1540 mengenai senjata pemusnah massal, Komite Sanksi terkait dengan terorisme seperti Komite Sanksi Resolusi DK PBB 1267, dan akan mengetuai Komite Sanksi Resolusi DK PBB 1988. Indonesia juga akan menjadi Wakil Ketua Komite Sanksi untuk Sudan Selatan dan Komite Sanksi mengenai Irak.

Seperti diketahui, keanggotaan Indonesia di DK PBB ini adalah keanggotaan yang keempat kalinya setelah periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Dan kini, Indonesia bersama 14 negara lainnya yakni AS, Inggris, Perancis, Rusia, RRT, Kuwait, Afrika Selatan, Pantai Gading, Equatorial Guinea, Jerman, Belgia, Polandia, Peru, dan Republik Dominika, akan menjadi bagian dari proses perumusan kebijakan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional sesuai dengan mandatnya di dalam Piagam PBB.

Dari semua negara itu, Indonesia merupakan negara penyumbang pasukan terbesar untuk Misi Keamanan PBB. Indonesia akan memberi perhatian pada peningkatan efisiensi dan efektivitas misi perdamaian PBB (UN Peace Keeping Operations).

Tak hanya Indonesia, Negara anggota PBB lain yang juga memulai masa keanggotaannya di DK PBB pada periode yang sama adalah Afrika Selatan, Belgia, Republik Dominika, dan Jerman. Negara-negara tersebut akan menggantikan negara anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yang berakhir masa jabatannya sejak 31 Desember 2018, yaitu Kazakhstan, Bolivia, Ethiopia, Belanda, dan Swedia.(Cal)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0