Ini Cara Polda Gorontalo Tangkal Paham Radikalisme :: Nusantaratv.com

Ini Cara Polda Gorontalo Tangkal Paham Radikalisme

Tercetus Ide Untuk Menjalankan Program Patroli Kamandahan Ini Kata Kapolda Berdasarkan Pengalamannya Selama Di Brimob.
Ini Cara Polda Gorontalo Tangkal Paham Radikalisme
Polda

Jakarta, Nusantaratv.com - Pasca disebut BNPT sebagai daerah kedua di Indonesia dengan tingkat kerawanan terorisme yang cukup tinggi setelah Bengkulu, Gorontalo kini mulai berbenah dan memberi perhatian ekstra terhadap paham radikalisme.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisan Daerah (Kapolda) Gorontalo, Brigjen Pol Drs. Rachmad Fudail, MH pada Selasa, (25/9/2018).

"Terkait radikalisme, kami sudah lakukan beberapa langkah untuk mencegahnya. Mengingat kemarin kan hasil survey dari BNPT, Gorontalo ada di posisi kedua sebagai daerah yang cukup rawan terhadap isu tersebut,"ujarnya.

Untuk itu katanya, beberapa langkah konkret telah dilakukan pihaknya untuk mencegah makin meluasnya paham radikalisme di wilayah Gorontalo.

"Ada beberapa upaya yang kami lakukan, yang pertama adalah kami mengadakan penyuluhan oleh babinkamtibmas hingga ke wilayah desa-desa,"katanya.

Mengingat, salah satu target utama penyebaran paham ini adalah masyarakat yang tinggal di desa-desa yang memang masih sangat mudah untuk di doktrin.

Yang kedua, adanya program 1000 masjid di Gorontalo. Dimana para petugas yang melakukan penyuluhan ke desa-desa biasa melakukan pendekatan dengan masyarakat dengan cara berbaur dan menyampaikan untuk jangan pernah berdekatan dengan paham radikal tersebut.

"Kita juga ada Program 1000 masjid , mereka (petugas penyuluhan) melakukan patroli ke desa-desa, sambil mencari info . Lalu menyampaikan jangan sampai ikut paham radikalisme,"jelasnya.

Kapolda juga menyampaikan, program yang cukup efektif untuk menangkas radikalisme makin menyebar di wilayahnya adalah dengan melakukan patroli kamandahan. Yakni patroli ke desa-desa yang dilakukan oleh satuan Brimob Polda Gorontalo selama kurun waktu 13 hari.

"Ada juga patroli kamandahan. Patroli oleh sat brimob Polda Gorontalo selama 13 hari ke wilayah pedesaan. Karena itu tadi, desa menjadi salah satu sasaran penyebaran paham ini.

Mereka nginap di masjid kemudian menghubungi tokoh disana supaya tau apa itu radikal. Tapi anggota yang kesana kami bekali dulu tentunya,"

Tercetus ide untuk menjalankan program patroli kamandahan ini kata Kapolda berdasarkan pengalamannya selama di Brimob. Yang mana patroli ini sistemnya bergerak dari satu desa ke desa lain. Yang dirasa akan efektif untuk melakukan penyuluhan terhadap apa dan bagaimana paham radikalisme itu.

"Sebenarnya patroli kamandahan itu dari pengalaman saya dulu di Brimob. Jadi patroli ini bergerak dari satu desa ke desa yang lain.

Kalau patroli biasa petugas nggak sampe, tapi brimob itu sampe sana. Kita programkan untuk menangkal radikalisme. Kita manfaatkan untuk bisa menjangkau pedesaan,"paparnya.

Terkahir, ia juga berujar bahwa kerjasama semua pihak sangat dibutuhkan untuk menangkal radikalisme ini. Pasalnya, radikalisme bukanlah isu sepele. Butuh penanganan dan perhatian ekstra.

Maka dari itu, Polda Gorontalo juga bekerjasama dengan berbagai instansi pendidikan seperti universitas dan sekolah-sekolah, juga dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat di wilayah Gorontalo. Agar sama-sama fokus untuk menyelamatkan anak bangsa dari paham radikalisme itu.(Cal)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0