Di PBB, Indonesia Tegaskan Tak Ulangi Referendum Papua :: Nusantaratv.com

Di PBB, Indonesia Tegaskan Tak Ulangi Referendum Papua

Sesuai hukum internasional, referendum Papua tak mungkin dilakukan lagi
Di PBB, Indonesia Tegaskan Tak Ulangi Referendum Papua
Ilustrasi sidang PBB. (Kumparan)

Jakarta, Nusantaratv.com - Referendum Papua ditegaskan pemerintah Indonesia tak mungkin diulang. Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Hasan Kleib, menyampaikan pernyataan itu secara langsung dalam debat publik di Jenewa, Swiss.

"Terkait isu aspirasi referendum, ditegaskan oleh Dubes Kleib bahwa referendum telah dilaksanakan tahun 1969 dan disahkan hasilnya melalui Resolusi Majelis Umum PBB No. 2504/1969 yang sifatnya final," demikian kutipan siaran pers Perwakilan Tinggi RI di Jenewa, Jumat (13/9/2019).

"Sesuai hukum internasional, referendum telah sah dilaksanakan dan final, dan karenanya tidak akan pernah mungkin di manapun dilakukan ulang," tambah Perwakilan Tinggi RI.

Hasan menyampaikan pernyataan ini untuk menjawab pertanyaan yang dilemparkan melalui Twitter, dalam acara debat publik untuk negara calon anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Pertanyaan juga mencakup terkait jaminan kebebasan berpendapat dan berkumpul di Papua, khususnya pasca insiden ucapan rasisme yang memicu demonstrasi besar-besaran dan kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

"Kejadian ucapan rasisme yang kemudian mendorong demonstrasi masa yang berubah menjadi anarkis telah diatasi oleh aparat keamanan secara profesional dan tanpa menggunakan kekerasan apapun, serta menekankan perlunya untuk memperhatikan keseimbangan antara kebebasan ini dan perlindungan kepentingan masyarakat yang lebih luas," tutur Hasan.

Hingga kini kepolisian telah menangkap dan menetapkan 85 tersangka terkait kerusuhan di Papua, termasuk FK dan AG yang berperan sebagai aktor lapangan. Keduanya adalah anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cendrawasih.

AG dan FK diduga berperan menggerakkan massa dan tokoh yang terjaring dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Dua aktor kerusuhan di Jayapura, Papua, juga menjalin komunikasi dengan Benny Wenda yang kini menetap di Inggris. Benny disebut sebagai aktor di balik aksi demonstrasi serta kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Benny selama ini kerap menyerukan referendum kemerdekaan Papua dan mendesak komunitas internasional untuk membantu upayanya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0