Warga yang Rugi Akibat Banjir Jakarta Bisa Gugat Anies :: Nusantaratv.com

Warga yang Rugi Akibat Banjir Jakarta Bisa Gugat Anies

Sebab Anies bisa dinilai lalai dalam menjalankan perannya sebagai Gubernur DKI
Warga yang Rugi Akibat Banjir Jakarta Bisa Gugat Anies
Taksi Bluebird di Kramat Jati, Jakarta Timur yang terendam banjir.

Jakarta, Nusantaratv.com - Warga yang dirugikan akibat banjir Jakarta dinilai bisa menuntut ganti-rugi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bukan hanya warga Jakarta, tapi seluruh masyarakat yang dirugikan akibat banjir Ibu Kota dianggap bisa melakukan gugatan ke pengadilan. 

Baca juga: Anies Tantang Debat Penyebab Banjir, Basuki: Saya Tak Dididik untuk Debat 

"Upaya meminta tanggung jawab kepada Anies Baswedan dapat dilakukan dengan mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) secara perdata ke pengadilan negeri," ujar Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan, Sabtu (4/1/2020). 

"Gugatan PMH itu diajukan atas dasar adanya kelalaian Anies Baswedan sebagai gubernur Jakarta tidak melakukan kewajiban hukumnya dan berakibat menimbulkan kerugian terhadap warga Jakarta," imbuhnya. 

Upaya gugatan, menurut Tigor bisa dilakukan dengan model gugatan class action (gugatan perwakilan kelompok)atau gugatan legal standing (gugatan perwakilan organisasi) atau gugatan citizen lawsuit (gugatan warga negara).

"Sebagai masyarakat kita memiliki hak atas diberikannya layanan publik yang baik karena kita pembayar pajak yang digunakan uangnya sebagai gaji Anies Baswedan dan anak buahnya para aparat pemprov Jakarta," jelas Tigor.

Ia menjelaskan, sebagai penerima dan pengelola uang pajak warganya Anies dan jajaran harus bekerja dengan baik, untuk memberikan kesejahteraan serta keselamatan masyarakat.

"Banjir Jakarta 2020 terjadi karena Anies tidak bisa bekerja dan tidak bisa memimpin Pemprov Jakarta agar memberikan layanan publik yang baik demi kesejahteraan serta keselamatan warga Jakarta. Sebaliknya, banjir Jakarta 2020 telah memberikan dampak kerugian besar bagi warga Jakarta dan Indonesia maka Anies Baswedan sebagai gubernur Jakarta harus bertanggungjawab dan akan digugat ke pengadilan," tandasnya. 

Diketahui, banjir melanda Jakarta dan sekitarnya akibat hujan lebat mengguyur sejak Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (1/1/2020). Kondisi ini sempat membuat 62 ribu warga mengungsi lantaran rumahnya terendam banjir, dan memakan korban jiwa 9 orang.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut penyebab banjir ialah tak kunjung dibebaskannya lahan bantaran Sungai Ciliwung oleh Pemprov DKI. Padahal, normalisasi sungai untuk menanggulangi banjir sedianya akan dilakukan di lokasi itu oleh Kementerian PUPR. 

Sementara, Anies menyebut air kiriman dari hulu menjadi penyebab banjir. Di lokasi itu, pembangunan waduk oleh Kementerian PUPR tengah dikerjakan, dan ditargetkan selesai akhir 2020. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0