Warga Rusun Klender Tuntut Janji Revitalisasi Dipenuhi :: Nusantaratv.com

Warga Rusun Klender Tuntut Janji Revitalisasi Dipenuhi

Warga Rusun minta Perum Perumnas penuhi janji revitalisasi
Warga Rusun Klender Tuntut Janji Revitalisasi Dipenuhi
Rusun Klender

Jakarta, Nusantaratv.com -Warga Rumah Susun (Rusun) Klender meminta Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perum Perumnas) menepati janjinya merevitalisasi hunian tersebut. Janji revitalisasi rusun menjadi apartemen sederhana itu, sebelumnya disampaikan pada 2017 silam. 

"Padahal 60 persen penghuni menyetujui rencana renovasi tersebut. Ini tentunya sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun, utamanya pada Pasal 65 ayat (2) yang mensyaratkan prakarsa Peningkatan Kualitas Rumah Susun yang berasal dari pemilik harus disetujui paling sedikit 60 persen anggota PPPSRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun)," ujar mantan pengurus sekaligus pemilik Rusun Klender, M Noor di Jakarta, Jumat (26/7/2019). 

Apalagi, surat dari PPPSRS Klender bernomor 121/PPPSRSK/III/2019 tertanggal 15 Maret 2019 yang ditandatangani oleh Ir Rivay R Syam selaku Ketua, sudah disampaikan. Surat berisi PPPSRS Klender meminta pihak terkait untuk menindaklanjuti data-data kesediaan warga agar keluar 'izin definitif' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan selanjutnya rencana revitalisasi secara terbuka diumumkan kepada seluruh warga Rusun Klender.

"Pun disampaikan dalam surat tersebut, bahwa warga yang belum menyetujui renovasi tersebut akan dicarikan solusi terbaik baik pada saat atau sebelum pelaksanaan konstruksi," jelasnya.

Warga yang setuju pemugaran rusun hingga kini mempertanyakan niatan Perum Perumnas. Beredar kabar jika perusahaan tersebut menaikkan syarat persetujuan dari 60 persen menjadi 90 persen penghuni. Jika benar, kata Noor revitalisasi rusun tentunya takkan terwujud dalam waktu dekat. 

"Sudah barang tentu ini akan memakan waktu lebih lama lagi. Sementara pemugaran Rusun Klender nampaknya sudah mendesak untuk dilakukan. Di bagian luar saja seperti cat gedung sudah terkelupas, sehingga mengesankan hunian yang semrawut," jelasnya. 

Diketahui pada Oktober 2017, Perum Perumnas melalui direktur pemasaranya, Muhammad Nawir menegaskan jika perusahaan akan merevitalisasi Rusun Klender pada awal 2018. Pemugaran dijadwalkan selesai tahun 2020. Ketika revitalisasi berlangsung, penghuni akan diberikan kompensasi Rp 15 juta per tahun, untuk mencari tempat tinggal sementara. Kala itu, sekitar 50 persen penghuni setuju revitalisasi. (Rizk)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0