Wacana Orang Kaya Nikahi Si Miskin, DPR: Tak Perlu Ikut Campur Negara :: Nusantaratv.com

Wacana Orang Kaya Nikahi Si Miskin, DPR: Tak Perlu Ikut Campur Negara

Pernikahan menurut Ace merupakan ranah privat
Wacana Orang Kaya Nikahi Si Miskin, DPR: Tak Perlu Ikut Campur Negara
Ilustrasi pernikahan. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengusulkan dikeluarkannya fatwa pernikahan antara orang kaya dengan si miskin. Upaya ini guna menekan angka kemiskinan. 

Baca juga: Menko PMK Usul Fatwa yang Kaya Nikahi yang Miskin 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily tak setuju dengan usulan Muhadjir. Sebab, perkawinan merupakan ranah privat yang tak perlu diurusi warga negara.

"Soal memilih jodoh itu urusan pribadi, tak perlu ikut campur negara. Ajaran Islam tentang perjodohan se-kufu' (setara) juga tak harus dimaknai sebagai kesalahan penafsiran," ujar Ace, Jumat (21/2/2020). 

Ace maklum apabila pernyataan itu dilontarkan sebagai selingan atau intermezzo. Tapi, perlu diingat bahwa Muhadjir merupakan perwakilan pemerintah atau negara, sehingga setiap pernyataan yang dikeluarkan harus lebih hati-hati. 

Politikus Partai Golkar mengerti jika wacana itu merupakan upaya Muhadjir mengurangi mengatasi persoalan kemiskinan. Namun, menurutnya masih banyak cara lain yang bisa dilakukan guna mengatasi persoalan itu.

"Lebih baik pemerintah mencari cara dan strategi yang tepat agar bagaimana kita dapat menanggulangi kemiskinan, mengatasi ketimpangan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menyejahterakan rakyat," jelas Ace.

Muhadjir diketahui mengusulkan fatwa pernikahan antargolongan ini kepada Menteri Agama Fachrul Razi. Selain mengatasi kemiskinan, fatwa dikeluarkan sekaligus meluruskan tafsiran terhadap perintah agama tertentu. 

"Mbok, disarankan sekarang dibikin Pak Menteri Agama ada fatwa; yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin," ujar Muhadjir dalam pidatonya di Rapat Kerja Kesehatan Nasional di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/2/2020). (CNNIndonesia.com) 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0